Gary Neville bereaksi terhadap babak pertama yang penuh aksi namun mengkhawatirkan dalam laga Inggris kontra Kroasia di Piala Dunia 2026.
Neville menggambarkan kekhawatiran yang selama ini ia miliki tentang tim Inggris yang akhirnya menjadi kenyataan saat menghadapi Kroasia, khususnya terkait duet bek tengah Tiga Singa, John Stones dan Ezri Konsa.
Pertandingan antara Inggris dan Kroasia di Piala Dunia 2026 berlangsung seru, dengan skor imbang 2-2 saat turun minum.
Dua peluang pertama dalam pertandingan ini datang dari situasi sepak pojok. Josip Sutalo melepaskan tendangan voli yang melambung di atas mistar dari skema bola mati Kroasia, sebelum Luka Modric memberikan penalti akibat pelanggaran dalam situasi sepak pojok Inggris.
Harry Kane membuka keunggulan Inggris melalui titik putih, setelah gagal pada percobaan pertamanya. Gol tersebut memperlihatkan ketenangan khasnya yang sama seperti yang sering ia tunjukkan bersama Bayern Munchen sejak bergabung dengan klub Jerman itu pada tahun 2023.
Tidak lama kemudian, Kroasia menyamakan kedudukan 1-1 berkat sepakan jarak jauh Martin Baturina yang gagal dibendung oleh Jordan Pickford meski kiper Inggris itu sempat menyentuh bola.
Kane kembali mencetak gol melalui sundulan keras yang membuat skor menjadi 2-1, mengulangi torehan dua golnya di laga pembuka Piala Dunia 2018 melawan Tunisia. Namun, Kroasia kembali menyamakan kedudukan lewat tendangan voli Petar Musa tepat sebelum babak pertama berakhir.
Menanggapi hal itu, Gary Neville mengungkapkan rasa kecewanya terhadap satu hal yang paling ia takutkan terjadi pada Inggris, yakni kerentanan lini pertahanan yang kini terlihat jelas dalam pertandingan tersebut.
“Satu hal yang tidak saya inginkan dari laga ini adalah melihat pertahanan [Inggris] tampak rapuh,” ujar Neville.
“Mereka menutup babak pertama di pertandingan pembuka Piala Dunia dengan kebobolan dua gol, dan itu sangat mengkhawatirkan.”
Neville menambahkan bahwa lini tengah Inggris harus bekerja lebih keras untuk melindungi empat pemain belakang mereka ke depannya di Piala Dunia 2026. “Kerentanan itu... apakah [Ezri] Konsa dan [John] Stones merupakan duet yang bisa membawa kita menjuarai Piala Dunia? Kita harus melindungi empat bek itu di babak kedua,” lanjutnya.
Ian Wright turut menambahkan bahwa gaya bermain Inggris yang tampak kacau dan “gugup” bisa menjadi masalah, namun para penggemar akan tetap menikmati permainan tersebut selama hasil akhirnya adalah kemenangan.
Tiga Singa pun memasuki babak kedua laga pembuka Grup L dengan misi untuk kembali memimpin dan mempertahankan keunggulan kali ini.