Prabowo Kumpulkan Bos Himbara 5 Jam, Minta Bank Tak Hanya Kejar Laba
Acos Abdul Qodir June 18, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pimpinan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat mengumpulkan direksi dan komisaris Himbara di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).

 Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam itu diikuti sekitar 90 pimpinan bank milik negara.

Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Himbara memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga berpengaruh terhadap arah kebijakan ekonomi.

Karena itu, Prabowo menekankan agar bank-bank pelat merah memberi kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat dalam memperoleh akses layanan perbankan dan pembiayaan.

“Himbara ini merupakan komponen yang sangat-sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tidak semata-mata itu hanya sebagai entitas bisnis, tetapi ini bisa mempengaruhi juga arah kebijakan perekonomian nasional,” kata Rosan, usai mengikuti pertemuan.

“Oleh sebab itu perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan, dari UMKM, komersial, maupun korporasi,” ujarnya.

Baca juga: BI-Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen, Bank Indonesia: Agar Rupiah Dapat Dikendalikan

Soroti Bunga Kredit UMKM

Salah satu perhatian Presiden dalam rapat tersebut adalah masih adanya pelaku UMKM yang memperoleh bunga kredit lebih tinggi dibanding korporasi besar.

Prabowo meminta Himbara menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, namun tetap memberikan akses pembiayaan yang lebih adil bagi sektor usaha kecil yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.

“Kemudian juga memberikan persamaan yang tadi saya sampaikan, bahwa justru usaha kecil menengah ini yang kadangkala mendapatkan suku bunga lebih tinggi dari korporasi malah harus di level yang sama, bahkan harus lebih rendah. Harus lebih rendah karena ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM,” kata Rosan.

Himbara Kuasai 10 Persen Kapitalisasi Pasar

ARAHAN HIMBARA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Presiden meminta bank-bank Himbara tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperluas akses pembiayaan dan mendorong perlakuan yang lebih berpihak kepada UMKM.
ARAHAN HIMBARA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Presiden meminta bank-bank Himbara tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperluas akses pembiayaan dan mendorong perlakuan yang lebih berpihak kepada UMKM. (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Dalam pertemuan itu, Presiden juga menanyakan nilai pasar atau market capitalization bank-bank milik negara.

Berdasarkan pemaparan yang diterima Presiden, total nilai pasar lima bank anggota Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan di Indonesia.

“Jadi, bobotnya kan sangat-sangat besar hanya dari lima perbankan yang ada di Indonesia ini,” kata Rosan.

Baca juga: Masyarakat Kelas Menengah Terancam Tumbang Imbas Lonjakan Harga Pertamax, Ekonomi RI Bakal Loyo

Besarnya nilai dan pengaruh tersebut menjadi alasan Presiden meminta jajaran Himbara menjaga tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan.

Arahan tersebut menempatkan UMKM sebagai salah satu fokus utama perbankan negara. Selain menjaga kinerja bisnis, Himbara diminta memastikan akses pembiayaan yang lebih merata bagi pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.