Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bandung, mendorong adanya sinergi bagi setiap para pengusaha muda dan pertukaran peluang usaha agar bisnis mereka bisa terus berkembang.
Untuk itu BPC HIPMI Kota Bandung terus memperkuat jejaring bisnis antarwilayah melalui program business matching dengan menggandeng BPC HIPMI Kota Cirebon dalam kegiatan bertema 'Connecting Business, Expanding Opportunities'.
Kegiatan tersebut mempertemukan puluhan pengusaha muda dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon hingga Indramayu untuk membangun relasi, menjajaki peluang kerja sama, sekaligus membuka akses pasar baru di masing-masing daerah.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung, Ibrahim Imaduddin Islam, mengatakan business matching merupakan salah satu program unggulan organisasi yang telah dilaksanakan bersama sejumlah daerah seperti Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Solo Raya.
Baca juga: Pembongkaran 174 Bangunan Liar di Pasirkoja Kota Bandung Berlanjut, Kini Rata dengan Tanah
"Agenda ini bertujuan mempertemukan pengusaha muda yang sudah terkurasi untuk bertemu dan bersinergi dengan pengusaha di kota maupun kabupaten lain, khususnya di Jawa Barat. Tujuannya bukan hanya membangun kolaborasi bisnis, tetapi juga memperkuat sinergi program organisasi," ujar Ibrahim, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi masing-masing daerah sekaligus memperluas pasar usaha para anggota HIPMI.
Ia mengatakan, pengusaha di Kota Bandung dapat melihat peluang bisnis yang berkembang di Cirebon dan wilayah sekitarnya. Sebaliknya, pelaku usaha dari Cirebon juga berkesempatan mengakses pasar serta jaringan bisnis yang lebih luas melalui kolaborasi dengan pengusaha Bandung.
"Harapan besarnya, teman-teman Bandung bisa memperluas pasarnya di Cirebon dan sekitarnya, begitu juga sebaliknya. Ini penting karena meskipun Bandung dan Cirebon merupakan dua pusat ekonomi besar di Jawa Barat, selama ini interaksi bisnisnya belum terbangun secara optimal," katanya.
Menurutnya, konektivitas infrastruktur yang semakin baik, khususnya melalui jaringan jalan tol, menjadi peluang baru untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua daerah. Bandung dan Cirebon dinilai memiliki karakter ekonomi yang berbeda namun saling melengkapi.
Ia mengatakan, Kota Bandung dikenal sebagai pusat jasa, kreativitas dan inovasi, sementara Cirebon memiliki keunggulan pada sektor perdagangan, pelabuhan, perikanan, serta industri berbasis budaya.
"Cirebon memiliki posisi strategis sebagai hub antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kota ini dilintasi jalur Pantura dan jalur kereta utama Pulau Jawa. Selain itu, Cirebon memiliki kekuatan pada industri rotan, batik, perikanan dan ekonomi pelabuhan yang tidak dimiliki Bandung," ucap Ibrahim.
Sebaliknya, Kota Bandung sendiri, kata dia, tentunya memiliki ekosistem usaha yang berkembang pesat dengan berbagai inovasi bisnis yang lahir dari sektor kreatif, teknologi, jasa dan perdagangan.
Menurutnya, kolaborasi kedua daerah tersebut dapat menciptakan nilai tambah bagi masing-masing pihak. Produk-produk unggulan Cirebon berpotensi mendapatkan dukungan dari pelaku usaha Bandung dalam aspek pemasaran, branding hingga pengembangan pasar yang lebih luas.
"Bandung sebagai kota jasa bisa menjadi salah satu pemberi nilai tambah bagi produk-produk unggulan Cirebon agar bisa dipasarkan ke daerah lain. Di sisi lain, berbagai model usaha dan inovasi yang berkembang di Bandung juga bisa dikembangkan di wilayah Cirebon dan Pantura," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Cirebon, Hisyam Suleiman mengatakan program business matching merupakan salah satu program utama HIPMI Kota Cirebon yang dihadirkan untuk memberikan manfaat nyata bagi para anggota.
Baca juga: Deal Sudah Out, Anak Bandung yang Cabut dari Persija Berpotensi Merapat ke Persib
Menurutnya, sekitar 90 persen anggota HIPMI Kota Cirebon merupakan pengusaha aktif yang menjalankan usahanya secara langsung. Karena itu, HIPMI berupaya menghadirkan ruang pertemuan yang mampu mempertemukan para pelaku usaha dengan calon mitra bisnis potensial.
"Komitmen kami adalah mengoneksikan anggota HIPMI Kota Cirebon dengan seluruh BPC HIPMI yang ada di Indonesia. Langkah pertama kami lakukan bersama HIPMI Kota Bandung karena karakteristik pengusahanya dinilai cukup sesuai dengan anggota HIPMI Kota Cirebon," ujar Hisyam.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pengusaha dari Kota Cirebon dan Kota Bandung. HIPMI Kota Cirebon juga mengakomodasi peserta dari wilayah Cirebon Raya seperti HIPMI Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Sementara HIPMI Kota Bandung turut menghadirkan peserta dari Bandung Raya, yaitu dari Kabupaten Bandung Barat.
"Alhamdulillah antusiasmenya sangat baik. Mereka bersedia datang ke Cirebon dan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi ekonomi daerah kita," ucapnya. (*)