40 Amil Baitul Mal Aceh Ikut Workshop Penguatan Komunikasi Strategis dan Media Relations
Eddy Fitriadi June 19, 2026 02:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi, Indra Wijaya | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 40 amil Baitul Mal Aceh mengikuti Workshop Penguatan Komunikasi Strategis dan Media Relations Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Syariah Oman Al Makmur, Banda Aceh, Kamis (18/6/2026). 

Kegiatan bertema “Menguatkan Kepercayaan Publik melalui Komunikasi Strategis dan Media Engagement” ini diikuti oleh unsur pimpinan, sekretariat, hingga amil relawan Baitul Mal Aceh.

Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M. Nasir, dalam sambutannya menyampaikan, di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang bergerak sangat cepat, komunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pendukung organisasi, melainkan telah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah lembaga dalam menjalankan mandatnya.

Menurut Fahmi, bagi Baitul Mal Aceh yang mengemban amanah besar dalam pengelolaan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya, serta pengawasan perwalian, kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Kepercayaan publik tidak lahir hanya dari kinerja yang baik, tetapi juga dari kemampuan kita menjelaskan, menyampaikan, dan membangun pemahaman masyarakat mengenai apa yang telah dan sedang kita kerjakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak program Baitul Mal Aceh yang telah berhasil dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, apabila capaian tersebut tidak dikomunikasikan secara efektif, maka nilai dan dampaknya tidak akan diketahui secara luas oleh publik.

Karena itu, Fahmi menilai kemampuan komunikasi strategis menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Setiap insan Baitul Mal harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat. 

Selain itu, mereka juga perlu memahami cara membangun narasi yang kuat, mengelola isu, merespons dinamika publik, serta memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, baik media massa maupun media digital.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Pendiri Good News From Indonesia, Akhyari Hananto, serta Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Said Kamaruzzaman.  Keduanya membagikan berbagai pengalaman dan strategi dalam membangun komunikasi publik yang efektif serta menjalin hubungan yang produktif dengan media massa di era digital.

Baca juga: VIDEO - Haru! Hendun Menangis dalam Pelukan Illiza Usai Terima Bantuan Rumah dari Baitul Mal

Antusias

Diskusi berlangsung sangat dinamis. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan, termasuk tips agar siaran pers dan opini yang dikirim lebih mudah dimuat oleh media massa. Ada pula peserta yang bertanya tentang cara menghadapi wartawan, yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional. “Kadang-kadang terkesan mencari-cari kesalahan. Bagaimana cara menghadapinya,” kata seorang peserta workhop.  

Workshop satu hari itu juga membedah website, YouTube, dan Instagram milik Baitul Mal Aceh, yang merupakan platform komunikasi digital milik lembaga tersebut. 

Terkait menghadapi wartawan yang dinilai tidak profesional, Said menyarankan agar lembaga tetap menjaga etika komunikasi. “Jangan terpancing emosi. Jawablah dengan data dan fakta. Dengan begitu, citra lembaga tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, membangun hubungan jangka panjang dengan media lebih penting daripada sekadar satu kali liputan. “Liputan sesaat  menyajikan publikasi singkat, tetapi relasi yang baik dengan media akan membuka peluang berulang untuk publikasi, membangun kepercayaan, dan menjaga citra lembaga dalam jangka panjang,” tandas pria ini.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.