TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Nasional, Sudiyo, angkat bicara soal perintah pengosongan Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Sudiyo mengatakan perintah mendadak itu sempat membuat pengurus terkejut dan dan merasa terzalimi.
Kantor Korwil Pendidikan Kapanewon Mlati terpaksa harus pindah, menumpang di SDN Tlogoadi karena pihak kalurahan meminta pengosongan gedung secara mendadak dalam waktu satu minggu.
Lokasi Korwil Pendidikan Mlati tersebut akan dialihfungsikan menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi.
Padahal gedung yang berlokasi di Tlogoadi tersebut selama ini tidak hanya menjadi Kantor Korwil Pendidikan Mlati, tetapi juga menjadi pusat aktivitas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), Darma Wanita, dan pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Sudiyo mengatakan instruksi pengosongan yang datang mendadak ini sempat membuat para pengurus terkejut dan merasa terzalimi.
"Kronologinya secara tiba-tiba, kemarin itu disuruh mengosongkan dalam waktu satu minggu. Minggu depan harus kosong. Teman-teman agak syok juga. Harus bagaimana lagi," ujar Sudiyo, Kamis (18/6/2026).
Menyikapi hal tersebut, para kepala sekolah akhirnya menggelar rapat darurat pada hari Jumat dan memutuskan untuk menumpang sementara di SDN Tlogoadi.
Sementara itu, unit koperasi pegawai terpaksa meminjam ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Saat ini, seluruh barang dan dokumen penting pendidikan, termasuk laporan pertanggungjawaban aset, rekapitulasi mutasi barang, hingga laporan realisasi penggunaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), telah dipindahkan ke gudang sekolah.
Sudiyo menegaskan bahwa Korwil Pendidikan sama sekali tidak berniat menghalangi atau menolak program KDMP Tlogoadi. Bahkan siap mendampingi dan mendukung program pemerintah tersebut.
Namun, mereka menyayangkan proses mekanisme pemindahan kantor yang dinilai terburu-buru tanpa kepastian tempat pengganti yang siap pakai.
"Sebenarnya kami tidak masalah mau pindah, asal tempat barunya sudah ada. Informasi yang saya terima, Korwil akan dipindahkan ke bekas SDN Nglarang yang sebagian lahannya terkena proyek jalan tol. Tapi di sana saat ini masih aktif digunakan untuk pembelajaran," jelas dia.
Di sisi lain, Lurah Tlogoadi, Sutarja membantah anggapan bahwa pihak kalurahan memindahkan Kantor Korwil secara sepihak. Menurutnya, kebijakan ini sudah melalui proses rapat koordinasi hingga ke tingkat kabupaten, dan akan ada rapat lanjutan pada pekan depan.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi bekas Kantor Korwil didasari atas pertimbangan ekonomi yang matang karena letaknya yang strategis di pinggir jalan.
Pihak kalurahan mengaku kesulitan mencari lahan alternatif lain akibat terbentur regulasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
"Terus terang, kalau tempat KDMP tidak strategis atau di pelosok, nanti muspro (sia-sia), siapa yang mau beli?. Sekarang mencari tanah tidak mudah, dan lahan di sana sangat memungkinkan serta luasannya memenuhi," katanya.
Ia menambahkan bahwa status awal lahan tersebut merupakan bekas penggabungan (regrouping) dua sekolah dasar yang kemudian dimanfaatkan oleh Korwil Mlati.
Sutarja menegaskan pihak kalurahan tetap mencarikan solusi tempat baru, dengan opsi alternatif di bekas SDN Nglarang atau SDN Plaosan.
Terkait kapan target operasional KDMP Tlogoadi akan dimulai, Sutarja belum bisa memastikan karena pihak kalurahan hanya berkewajiban menyediakan lahan, sementara anggaran operasional sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat.(RIF)