TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Mahasiswa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan praktikum sains sederhana bagi siswa SD Inpres Kode, Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh dosen Unipa, Dr. Desak Made Anggraeni, M.Pd., bersama tujuh mahasiswa bimbingannya ini bertujuan untuk mengikis stigma bahwa sains merupakan mata pelajaran yang rumit, sekaligus memicu literasi sains dan nalar kritis anak sejak dini.
"Kami ingin mengubah stigma tersebut. Melalui praktikum sederhana ini, anak-anak diajak untuk melihat bahwa sains itu sangat dekat dengan kehidupan mereka, aplikatif, dan yang terpenting: menyenangkan," ujar Anggra dalam keterangan tertulis kepada TribunFlores.com, Kamis (18/6/2026).
Ketua Tim PkM ini, menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai integrasi antara pengajaran dan pengabdian masyarakat. Di sini, mahasiswa diterjunkan langsung untuk mempresentasikan sekaligus mendampingi para siswa sekolah dasar melakukan praktikum.
Baca juga: Dosen Unipa Maumere Ajak Anak-anak SOS Childrens Village Flores Belajar Sains Lewat Edu-Games
Untuk memangkas keterbatasan fasilitas laboratorium di sekolah, tim PkM Unipa menyajikan tiga materi eksperimen kimia dasar yang memanfaatkan alat dan bahan organik lokal dari lingkungan sekitar rumah.
Eksperimen pertama dipandu oleh Natalia Dominika yang membawakan materi mengenai Indikator Asam-Basa. Melalui praktikum ini, para siswa diajak menguji tingkat keasaman berbagai bahan harian seperti cuka, jeruk, dan pasta gigi menggunakan peralatan laboratorium sederhana seperti plat tetes dan pipet untuk mengamati perubahan senyawa kimia saat bahan tersebut dilarutkan.
Tidak berhenti di situ, Maria Goreti Cindiwan juga mengajak siswa mendalami materi Kesetimbangan Kimia melalui Penentuan pH Asam dan Basa. Praktikum ini memanfaatkan bahan alami berupa air ekstrak kol ungu sebagai indikator alami yang kemudian dicampurkan ke dalam gelas-gelas berisi zat pembersih harian, mulai dari pembersih lantai, pemutih pakaian, hingga deterjen, di mana perubahan warna secara instan menjadi daya tarik yang memudahkan siswa memahami sifat zat.
Baca juga: Dosen UNIPA Raih Gelar Doktor Informatika UGM, Rektor: Perkuat Kontribusi di Bidang IPTEKS
Pendekatan hands-on learning atau pembelajaran berbasis praktik langsung ini dinilai krusial untuk membangun fondasi literasi sains jangka panjang. Selain mengasah keterampilan berpikir kritis, metode ini melatih kemampuan komunikasi ilmiah siswa sejak sekolah dasar.
Respons positif pun datang dari para peserta. Jeri, salah satu siswa SD Inpres Kode, mengaku atmosfer belajarnya menjadi jauh lebih hidup dan seru.
"Kehadiran Ibu Dosen dan kakak-kakak mahasiswa dari Unipa membuat kami senang. Praktek seperti ini sangat seru dan kami ingin tahu lebih banyak. Kami berharap kegiatan edukatif seperti ini sering diadakan di sekolah," tutur Jeri.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan sesi refleksi bersama dan doa. Melalui aksi nyata ini, Universitas Nusa Nipa berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan inovasi pembelajaran demi kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka.