Dua Warga Kota Banjarmasin Ini Muhasabah Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Dimulai Hal Kecil
Mulyadi Danu Saputra June 19, 2026 08:46 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kaum muslim di seluruh dunia memasuki Tahun Baru Islam. Di Indonesia, 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan Selasa, 16 Juni 2026.

Bagi sebagian masyarakat, Tahun Baru Islam bukan hanya pergantian angka dalam penanggalan. 

Tahun Baru Hijriah bisa menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah atau evaluasi dan introspeksi diri terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Zulkifli, satu warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuturkan, momentum Tahun Baru Hijriah selalu mengingatkannya untuk mengevaluasi berbagai hal yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu.

Baca juga: Zikir dan Khataman Quran Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Bumi Bersujud Tanah Bumbu

“Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi saya untuk melihat kembali apa saja yang sudah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar dia kepada Serambi UmmaH, Kamis (18/6/2026). 

“Harapannya tentu bisa menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari,” ucap Zulkifli lagi.

Menurut dia, sebuah tantangan terbesar dalam melakukan perubahan adalah menjaga konsistensi atau istikamah. 

Semangat untuk memperbaiki diri biasanya muncul pada awal tahun, namun sering kali berkurang seiring berjalannya waktu.

Maka dari itu, dia berupaya membangun kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Mulai dari memperbaiki kualitas ibadah hingga mengatur waktu dengan lebih baik.

Baca juga: Gelar Pawai, Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Cempaka Banjarbaru Kalsel Berlangsung Meriah

Tingkatkan Kualitas Diri 

Hal senada disampaikan Nazil yang mengaku memaknai Tahun Baru Islam sebagai momen untuk memperkuat hubungan dengan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas diri dalam pekerjaan.

Setidaknya selalu mengingat kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan bertaubat untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. 

Muhasabah atas segala kekhilafan dan kealpaan menjadi bentuk refleksi diri agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau ditanya resolusi, saya ingin lebih disiplin dan lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga. Menurut saya, menjadi lebih baik tidak harus dengan perubahan besar, tapi dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara rutin,” tutur Nazil.

Dia menyebut, dukungan lingkungan sekitar turut memegang peranan penting dalam proses perubahan. 

Keluarga dan teman-teman yang memberikan dorongan positif dinilai dapat membantu seseorang menjaga semangat untuk terus berkembang.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.