BREAKING NEWS: Gunung Lewotolok Meletus, Kolom Abu Capai 700 Meter Pagi Ini
Gordy Donovan June 19, 2026 09:57 AM

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Gunung Api Lewotolok meletus dengan tinggi kolom abu capai 700 Meter, Jumat (19/6/2026) pagi.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

Saat ini Gunung Api Lewotolok status waspada atau level II.

"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Jumat, 19 Juni 2026, pukul 08:55 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 2123 m di atas permukaan laut),"tulis Petugas posmat, Gunung Api Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman magma.esdm.go.id Jumat pagi.

Ia menyebutkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. 

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 38.7 mm dan durasi 42 detik.

Baca juga: Gunung Lewotolok 95 Kali Erupsi dan 98 Hembusan, Suara Gemuruh Terdengar

Pengamatan Visual

Dalam laporannya, selama 24 jam terakhir, pengamatan visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin sedang ke arah barat dan barat laut.

Berdasarkan klimatologi, cuaca cerah hingga berawan, angin sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-33°C.

Pengamatan Kegempaan

142 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 8.8-40 mm, dan lama gempa 30-95 detik.

3 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2.8-8.7 mm dan lama gempa 44-82 detik.

109 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.9-22.4 mm, dan lama gempa 25-58 detik.

5 kali Harmonik dengan amplitudo 2.9-10 mm, dan lama gempa 60-351 detik.

7 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.9-9.4 mm, dan lama gempa 81-239 detik.

11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2.7-5.7 mm, S-P 1.4-1.9 detik dan lama gempa 17-25 detik.

4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4.1-10.7 mm, S-P 0.5-0.9 detik dan lama gempa 11-15 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 3.5 mm, S-P 6.5 detik dan lama gempa 23 detik.

4 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3.1-11.5 mm, S-P 21 detik dan lama gempa 63-258 detik.

Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

2. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.

3. Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

4. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok.

5. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.