Dulu Gantikan Putra Sulsel Jabat Menpora, Kini Roy Suryo Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi
Sudirman June 19, 2026 11:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Roy Suryo dikabarkan ditangkap kasus ijazah palsu Jokowi.

Roy Suryo merupakan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) era Susilo Bambang Yudhoyono.

Kala itu, ia menggantikan Andi Alfian Mallarangeng.

Andi Alfian Mallarangeng lahir di Makassar 14 Maret 1963.

Putra Makassar itu menjabat Menteri Pemuda Olahraga 20 Oktober 2009 – 7 Desember 2012.

Roy Suryo dikabarkan ditangkap Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Hampir Bersamaan

Kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin mengatakan, Roy Suryo dijemput di rumahnya sekira pukul 07.00 WIB. 

“Hari ini klien kami Roy Suryo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya,” kata Khozinudin dalam keterangan tertulis, Jumat.

Selain Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma juga dikabarkan dijemput penyidik sekira pukul 06.47 WIB di apartemennya. 

Khozinudin menyayangkan langkah yang disebut sebagai penangkapan paksa ini.

Sebab Roy dan Tifa selama ini selalu memenuhi wajib lapor selama ditetapkan sebagai tersangka.

“Padahal klien kami selama ini kooperatif memenuhi panggilan penyidik bahkan selalu melaksanakan wajib lapor,” kata dia.

Sementara itu belum ada informasi dari kepolisian terkait penangkapan ini.

Profil Roy Suryo

Roy Suryo memiliki nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau disingkat KRMT Roy Suryo Notodiprojo.

Roy Suryo kelahiran Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 1968. 

Ia adalah anak dari pasangan Prof Dr KPH Soejono PH, SpS., SpKJ dan Ray Soeratmiyati Notonegoro.

Pendidikan SD-nya di Netral C Yogyakarta, SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Roy Suryo kemudian menyelesaikan kuliah pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (1991-2001).

Setelah lulus, ia lalu mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004.

Ia juga pernah tercatat sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM.

Roy Suryo juga mengajar fotografi untuk beberapa semester meski tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM.

Ia kemudian melanjutkan program Magister di UGM.

Karena sering menjadi narasumber di berbagai media massa Indonesia untuk bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia, Roy pun diminta untuk menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama lima tahun.

Oleh media massa Indonesia pun, ia mendapat julukan sebagai pakar informatika, multimedia, dan telematika.

Setelah lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi UGM, Roy Suryo lebih banyak menjadi pengajar di beberapa perguruan tinggi seperti ISI dan almamater-nya UGM.

Kendati demikian ia juga masih sering menjadi narasumber seminar dan media massa, hingga menjadi ahli telematika, multimedia, dan IT.

Roy Suryo lalu maju sebagai Caleg (Calon Legislatif) DPR-RI dari Partai Demokrat daerah pemilihan Yogyakarta dengan nomor urut pertama pada tahun 2009.

Roy Suryo bahkan tercatat sebagai caleg peraih suara terbanyak dibanding 10 orang menteri-menteri yang maju sebagai caleg 2014.

Pada akhir tahun 2012, Roy Suryo ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Ia menggantikan posisi Andi Mallarangeng yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi Hambalang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan pada 2019 lalu, Roy Suryo dinonaktifkan dari posisi wakil ketua umum Partai Demokrat.

Penonaktifan Roy Suryo dilakukan jauh hari sebelum ia mengajukan untuk nonaktifkan diri kepada pimpinan Partai Demokrat.

Penonaktifan Roy Suryo dilakukan agar ia dapat menyelesaikan masalah pengembalian aset negara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.