TRIBUNJABAR.ID, GRESIK - SMK Semen Gresik sukses merebut juara Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026 Jatim Seri Gresik setelah mengalahkan SMAN 1 Sidayu dengan skor telak 4-1. Laga final tersebut berlangsung sengit di GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Kamis (18/6/2026) sore.
Empat gol kemenangan SMK Semen Gresik dicetak oleh Davin pada menit ke-9 dan ke-33, gol bunuh diri pemain lawan, Fembri, pada menit ke-26, serta gol penutup dari Farrel pada menit ke-38.
Sementara itu, SMAN 1 Sidayu hanya mampu membalas lewat satu gol semata wayang yang dicetak oleh Fembri pada menit ke-16
Pelatih SMK Semen Gresik, Suryanto, menyambut kemenangan ini dengan penuh rasa syukur.
Ia menekankan bahwa keberhasilan timnya merupakan buah dari kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan sejak jauh-jauh hari.
"Mungkin satu saja, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Karena memang jauh-jauh hari kami sudah persiapkan, mulai dari fisik dan pola permainannya," ungkap Suryanto usai pertandingan, Kamis (18/6/2026).
Suryanto membeberkan bahwa anak asuhnya menjalani porsi latihan yang sangat padat.
Bahkan saat tidak ada kompetisi, skuad SMK Semen Gresik tetap digembleng hampir satu minggu penuh.
"Mulai dari fisiknya, itu emang betul-betul kami tata, jadi seminggu itu kami hampir full latihan," tegas pelatih asli Gresik tersebut.
Dengan hasil ini, SMK Semen Gresik mengukuhkan diri sebagai tim futsal pelajar terbaik di wilayah Gresik dalam ajang TPAAF 2026.
Hasil ini sudah terlihat saat pertandingan.
SMK Semen Gresik tampil perkasa sejak babak penyisihan.
Termasuk mengalahkan lawannya di final, SMAN 1 Sidayu dengan skor 0-7 saat pertemuan pertama babak penyisihan.
Meski tampil hampir sempurna, Suryanto menyebut ada sejumlah catatan timnya di laga final.
"Untuk awal-awal grogi karena masih anak-anak baru kan, langsung masuk final, agak trouble di babak pertama. Tapi Alhamdulillah di babak kedua kami bisa mengontrol pertandingan lagi," terangnya.
Rahasia lain dibalik performa apik skuad asuhannya disebut Suryanto, ubahan rutin yang dilakukan saat pertandingan.
"Setiap tiga menit, kami ganti. Rotasi pemain kami konsisten dilakukan agar porforma pemain stabil. Tidak bisa tim bergantung pada satu-dua pemain," kata Suryanto secara tegas.
Terpisah, kapten SMK Semen Gresik, Muhammad Davin Surya Pangestu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan atas prestasi timnya.
"Hasil yang cukup memuaskan, tapi perjalanan anak-anak tidak cukup sampai di sini. Masih banyak event-event selanjutnya," kata Muhammad Davin.
"Harus banyak-banyak latihan, juga evaluasi untuk tim kedepannya. Kuncinya tampil konsisten, juga rutin latihan," terangnya.
SMAN 1 Manyar peringkat tiga
SMAN 1 Manyar sukses mengamankan gelar juara ketiga Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026 Jatim Seri Gresik setelah menumbangkan SMAN 1 Kebomas dengan skor ketat 4-3.
Pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung di GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik ini berjalan dramatis dengan hujan tujuh gol.
SMAN 1 Manyar langsung tampil menekan sejak menit awal. Keunggulan mereka dibuka oleh gol cepat Marsha pada menit ke-5.
Tim asuhan Niko Budi Prasetyo ini terus mendominasi babak pertama lewat gol tambahan dari Iddo (13') dan Akbar (15'), sebelum Farel memperlebar jarak menjadi 4-0 pada menit ke-25.
Pelatih SMAN 1 Manyar, Niko Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah kesiapan mental dan perubahan taktik yang cepat setelah kekalahan dari SMK Semen Gresik di laga sebelumnya.
"Pemain lebih siap. Karena kemarin habis kalah lawan SMK Semen Gresik. Jadi hari ini kami lebih fokus lagi, tambahin lagi taktikalnya yang harusnya kemarin terbaca. Hari ini kami ubah taktikalnya, akhirnya ya Alhamdulillah anak-anak bisa menang," ujar Niko usai laga.
Pelatih berlisensi Level 2 AFC tersebut juga menekankan pentingnya evaluasi ketat agar para pemainnya tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan.
"Saya selalu bersikap keras terhadap anak-anak, harapan saya itu lebih baik kami sekarang melakukan kesalahan daripada besok ketika anak-anak sudah ada di level nasional melakukan kesalahan," tegasnya.
Kapten, SMAN 1 Manyar, Amir Rendra Syahputra menyebut kekompakan menjadi kunci utama tim di laga kali ini.
"Kuncinya kebersamaan," kata Amir secara tegas.
Mengenai ketenangan tim menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan, ia dan rekannya ada kiat khusus.
"Kami anggap skor masih kosong-kosong, jadi kami terus berusaha," ucapnya.
"Tentu juga terimakasih juga pada suporter yang tidak lelah mendukung kami," pungkas Amir
PT Freeport Indonesia Dukung Penuh
Laga final SMK Semen Gresik vs SMAN 1 Sidayu disaksikan langsung External Communications Manager PT Freeport Indonesia, Desy Saputra, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, Asisten 1 Sekda Gresik, Suprapto, Wakil Sekretaris KONI Gresik, Arifin Effendi.
TPAAF 2026 Gresik bersama PT Freeport Indonesia ini diikuti 16 tim SMA/SMK di Kabupaten Gresik.
Para pemain terbaik akan dibawa ke tingkat nasional.
Lalu yang terpilih di tingkat nasional akan diterbangkan menuju Eropa.
Kehadiran PTFI dalam kompetisi TPAAF 2026 menjadi kunci yang membuka kesempatan bagi Gresik untuk berpartisipasi dalam ajang ini.
Dengan keberadaan Smelter PTFI di Gresik, perusahaan berkontribusi bagi pengembangan generasi muda melalui olahraga futsal.
PTFI berharap kompetisi ini menjadi ajang pertandingan, sekaligus melahirkan talenta-talenta berprestasi dari Gresik, memperkuat nilai sportivitas, kerja sama, dan daya saing pelajar.
"Ini kompetisi bagus sekali sangat menarik, saya melihat sendiri ya bagaimana semangatnya anak-anak SMAN 1 Sidayu dan juga SMK Semen Gresik bagus selali mereka menunjukan semangat sportivitas kebersamaan dan yang pasti yang kami harapkan anak-anak bisa bersenang-senang, bermain futsal, bergembira berkompetisi secara fair," ujar Desy Saputra.
Harapan para pemain, pelatih, hingga supporter pada musim depan, TPAAF 2026 bersama PT Freeport Indonesia akan terus diselenggarakan. Terutama di Kabupaten Gresik.
Banyak pemain futsal berbakat, antusiasme penonton hingga orang tua yang berharap anaknya bisa ikut ke jenjang nasional bahkan ke Spanyol.
"Memang kita berada di Gresik ada Smelter PTFI, kita tumbuh bersama masyarakat dan wilayah di Gresik ini tentu saja kita akan mendukung anak-anak untuk bertumbuh dan berkelanjutan," jelasnya. (khairul amin/willy abraham)