TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Perusahaan Umum (Perum) DAMRI kembali melayani angkutan penumpang untuk rute Kabupaten Tana Tidung (KTT) menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Khusus untuk hari ini, Jumat (19/6/2026), Jadwal Damri berangkat pada pagi hari, tepatnya pukul 09.30 WITA.
Bagi masyarakat yang ingin bepergian, titik kumpul keberangkatan berada di Terminal DAMRI, Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (tepat di depan kantor PUPR Perkim Tana Tidung).
Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal ke titik keberangkatan guna menghindari keterlambatan serta memastikan ketersediaan kursi.
Armada DAMRI yang beroperasi untuk rute ini memiliki kapasitas tampung hingga 45 orang penumpang, dengan estimasi durasi perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor sekitar empat jam.
Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan, tarif tiket DAMRI tetap stabil.
Harga tiket DAMRI rute Tana Tidung - Tanjung Selor bervariasi, menyesuaikan titik naik dan turun penumpang.
Berikut adalah rincian tarifnya:
Tideng Pale (KTT) - Tanjung Selor: Rp100.000
Sesayap - Tanjung Selor: Rp100.000
Sekatak Buji – Tanjung Selor: Rp85.000
Tideng Pale (KTT) – Panca Agung/Pimping: Rp80.000
Panca Agung – Tanjung Selor: Rp60.000
Tideng Pale (KTT) – Sekatak Buji: Rp50.000
Mengingat jalur yang dilewati memiliki beberapa titik rawan, penumpang maupun sopir DAMRI diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap potensi longsor di sepanjang rute perjalanan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Arief Prasetiawan, saat ditemui di kantornya di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.
"Untuk sopir maupun penumpang kami imbau selalu utamakan keselamatan selama diperjalanan, apalagi medan yang kita lalui itu cukup sulit terutama saat musim hujan," ujar Arief.
Hingga saat ini, layanan DAMRI tetap menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat yang menghubungkan Kabupaten Tana Tidung dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara, baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
(*)
Penulis : Rismayanti