WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengalaman mengikuti Kirab Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, meninggalkan kesan mendalam bagi Prilly Latuconsina.
Aktris berusia 29 tahun itu mengaku merasakan ketenangan yang tak biasa usai mengikuti prosesi tersebut.
Ia bahkan berjalan sekitar lima kilometer tanpa alas kaki dalam suasana hening.
Saat mengenang pengalaman perdananya itu, wajah Prilly tampak sumringah.
Ia mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dari bayangannya selama ini.
"Ini pertama kalinya aku terlibat di acara seperti itu juga. Jadi ya seru sih, seru dan punya pengalaman baru juga," kata Prilly Latuconsina di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Babak Akhir Film Danur, Bukti Kesetiaan Prilly Latuconsina Perankan Risa Saraswati Selama 10 Tahun
Prilly mengaku sebelumnya memiliki gambaran berbeda mengenai Kirab Malam Satu Suro yang kerap dilihatnya melalui video di media sosial.
Ia mengira prosesi tersebut diiringi musik atau suasana yang meriah. Namun, kenyataannya seluruh peserta justru diwajibkan menjaga keheningan sepanjang perjalanan.
"Aku baru pertama kali tahu kirab tuh kayak gitu. Karena kan kalau di video-video sudah diisi musik ya, jadi aku kira beneran ada musiknya atau ada apa," bebernya.
"Ternyata kirab itu beneran diam, nggak ada yang bicara, nggak boleh ada yang pegang handphone, diam," lanjut Prilly.
Selama kurang lebih satu setengah jam, Prilly berjalan bersama ratusan peserta sejauh lima kilometer tanpa mengenakan alas kaki.
Meski terdengar melelahkan, pemeran film Danur itu justru merasakan pengalaman yang menurutnya mirip meditasi.
"Kita jalan 5 kilo tanpa alas kaki. Itu menurut aku apa ya, meditasi yang bagus juga sih," ungkapnya.
Baca juga: Prilly Terharu, Film Danur: The Last Chapter Jadi Penutup 10 Tahun Perankan Risa
"Aku ngerasa kayak menjalani meditasi yang habis itu tuh kayak lega. Terus kita jadi bisa istirahat dari pikiran-pikiran gitu," jelas Prilly.
Prilly mengaku sebelumnya tidak pernah melakukan meditasi ataupun olahraga yang identik dengan ketenangan seperti yoga.
Karena itu, berjalan dalam diam selama lebih dari satu jam memberikan sensasi baru yang membuat dirinya merasa lebih tenang.
"Kita satu setengah jam di jalan diam, nggak boleh ngomong sama kiri-kanan, beneran nunduk, jalan. Ya lumayan jadi tenang, jadi kayak energinya ke-recharge lagi," ujarnya.
Meski kakinya sampai menghitam karena berjalan di atas aspal tanpa alas kaki, Prilly mengaku menikmati seluruh proses tersebut.
"Jadi kayak refleksi malah kan, berasa kayak dipijat jalan di aspal 5 kilo. Seru sih aku mah suka," katanya sambil tertawa.
Bahkan, ketika ditanya apakah bersedia kembali mengikuti tradisi tersebut jika mendapat undangan tahun depan, Prilly langsung menjawab tanpa ragu.
"Mau, mau dong! Aku selalu suka mengikuti acara-acara seperti itu," tegasnya. (*)