Harga Bawang Merah dan Cabai Naik hingga 10 Persen di Bandar Lampung, Disdag Sebut Stok Masih Aman
taryono June 19, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sejumlah harga bahan pokok di Kota Bandar Lampung mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. 

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya

Bawang merah kini dijual hingga Rp52 ribu per kilogram, sementara cabai rawit lokal dan cabai merah caplak masing-masing mencapai Rp65 ribu dan Rp72 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi, kondisi cuaca, serta meningkatnya biaya operasional yang turut dipengaruhi pergerakan nilai tukar dolar dan harga logistik.

Meski demikian, menurutnya kenaikan harga masih tergolong wajar karena berada di kisaran 5 hingga 10 persen dan belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan stok di pasaran.

"Untuk stok cabai di Kota Bandar Lampung saat ini masih aman dan kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi," kata Erwin, Jumat (19/6/2026).

Erwin menjelaskan, kenaikan harga bawang merah terutama dipicu oleh faktor pasokan dan distribusi. 

Saat ini kebutuhan bawang merah Bandar Lampung banyak dipenuhi dari Sumatra Barat karena harganya lebih kompetitif dibandingkan pasokan dari Brebes, Jawa Tengah.

Di sisi lain, sentra produksi bawang merah di Brebes belum memasuki masa panen sehingga pasokan ke sejumlah daerah, termasuk Bandar Lampung, masih terbatas. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, harga bawang merah saat ini mencapai Rp52 ribu per kilogram. 

Sementara itu, cabai rawit lokal, baik cabai rawit merah maupun cabai rawit hijau, berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Adapun harga cabai merah caplak tercatat mencapai Rp72 ribu per kilogram.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, harga minyak goreng masih relatif stabil dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Erwin mengungkapkan stok minyak goreng sempat berkurang di pasaran karena sebagian dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah. 

Namun, pasokannya kini kembali normal dan tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, pemerintah bersama Bulog dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung terus menggelar operasi pasar.

"Pemerintah bersama Bulog dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung juga terus melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang," ujarnya.

Terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berpotensi meningkatkan biaya distribusi, Erwin menilai dampaknya masih dapat dikendalikan karena harga BBM subsidi hingga kini belum mengalami perubahan.

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung akan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar setiap hari dan menggelar operasi pasar jika diperlukan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian, untuk mendorong peningkatan produksi komoditas strategis seperti cabai dan bawang merah melalui program penanaman yang mulai direalisasikan tahun ini.

"Koordinasi terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan harga bahan pokok dapat lebih stabil di pasaran," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.