MotoGP Mandalika 2026 Jadi Nation Branding dan Nation Pride
Laelatunniam June 19, 2026 11:22 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Indonesia kembali menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan di Mandalika, event MotoGP menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas bangsa dalam menyelenggarakan event olahraga internasional berkelas dunia.

Menurut Direktur Utama InJourney, Maya Watono, selain mendorong sektor pariwisata dan investasi serta pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional, ajang balap motor dunia ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM lokal serta memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

"MotoGP telah menjadi sarana promosi Indonesia yang efektif di tingkat global, utamanya dengan jangkauan mencapai 670 juta penonton di 200 negara di dunia," paparnya dalam Launching Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Saat ini, lanjutnya, Indonesia tidak hanya memiliki Nation Branding, tetapi juga Nation Pride. "Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengatakan MotoGP merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi melalui sektor sport tourism dan sport industry, yang memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.

"Lebih dari sekadar balapan, MotoGP Mandalika Indonesia menjadi ajang yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism global sekaligus etalase yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Indonesia kepada dunia," katanya.

Saat ini, lanjut Menpora, nilai pasar sport tourism global mencapai sekitar US$625 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$2,7 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Untuk industri olahraga dunia sendiri, jelasnya, bernilai lebih dari US$500 miIiar dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Untuk itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika sangat diharapkan.

"Pertumbuhan penonton sudah terbukti. Economy impact sudah terbukti. Meng-create talenta sudah terbukti. Nah, bagaimana kita semua di sini bisa terus mendukung, meningkatkan supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyebut bahwa MotoGP Mandalika telah menjadi magnet utama bagi pariwisata dan investasi di NTB.

Setiap penyelenggaraan MotoGP, lanjutnya, sangat berdampak positif pada peningkatan tingkat hunian hotel, penambahan penerbangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

"Dengan dampak ekonomi yang sangat besar, pelibatan lebih dari 600 pelaku UMKM dalam setiap kali pelaksanaan, serta penyerapan tenaga kerja lokal, event ini menjadi berkah, tidak hanya untuk NTB, tapi bagi Indonesia," katanya.

Untuk itu, ia berharap, masyarakat Indonesia memiliki rasa kepemilikan yang sama terhadap MotoGP Mandalika, karena ajang tersebut merupakan kebanggaan nasional.

"Kami ingin Mandalika menjadi milik Indonesia, sehingga rasa memiliki untuk menyukseskan event ini tidak hanya milik masyarakat NTB, tetapi juga milik masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Ajang MotoGP Mandalika, pada tahun kelima penyelenggaraannya, selain dampak ekonomi, juga menunjukkan dampak yang luar biasa dari sisi peningkatan kualitas SDM lokal.

Dari data InJourney, saat MotoGP pertama kali digelar di Mandalika pada 2022, seluruh Marshal yang bertugas didatangkan dari luar negeri.

Namun saat ini, seluruh Marshal yang bertugas berasal dari masyarakat lokal, dengan kemampuan yang diakui hingga tingkat internasional. Bahkan, saat ini, Marshal lokal telah dipercaya untuk bertugas di luar negeri.

Selain dari sisi tersebut, saat ini pembalap Indonesia telah mampu menunjukkan taringnya.

Prestasi gemilang dalam ajang balap motor dunia ini, yang ditunjukkan oleh Mario Aji pada Moto2 dan Veda Ega Pratama pada Moto3, menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia bisa bersaing secara kompetitif dengan pembalap dunia lainnya.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menyatakan munculnya kedua pembalap tersebut semakin memicu antusiasme pecinta otomotif nasional.

"Selain Mario Aji dan Veda Ega Pratama, Indonesia juga memiliki sejumlah pembalap muda lain yang berpotensi mengikuti jejak mereka menembus level dunia," katanya.

Menurutnya, geliat industri otomotif, modifikasi motor, hingga pembinaan pembalap muda ikut tumbuh seiring hadirnya ajang balap motor paling bergengsi tersebut di Indonesia.

"IMI yang memiliki puluhan ribu anggota, siap mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika. Kami pun siap hadir dan menyemarakkan MotoGP Mandalika 2026," pungkasnya.

Launching MotoGP Mandalika 2026 ini ditandai juga dengan secara resmi dimulainya penjualan tiket seri balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP.

Turut hadir pada ceremony tersebut Sesmenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital BAPPENAS, Jajaran Direksi dan Komisaris InJourney, MGPA, ITDC, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTB, serta kalangan media massa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.