Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Polisi menyelidiki dugaan sopir mobil angkot pengangkut pelajar SMPN 1 Tanjungsari dalam kondisi mabuk saat berkendara hingga mengakibatkan angkot yang dikendarainya terguling.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Kamis (18/6/2026) sekira pukul 15.30 WIB
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, 17 siswa dan pengemudi angkot terluka.
Aipda David, Anggota Gakkum Satlantas Polres Sumedang, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut sehingga belum dapat disimpulkan penyebab insiden apakah pengemudi dalam kondisi mabuk atau tidak.
"Kami masih selidiki, apakah sopir dalam kondisi mabuk atau tidak, belum bisa disimpulkan," kata Aipda David, kepada Tribun Jabar.id, Kamis malam (18/6/2026) di Puskesmas Jatinangor.
Baca juga: Angkot Terguling di Jatinangor: 17 Siswa SMPN 1 Tanjungsari Luka, Sopir Malah Pura-pura Kesurupan
Ia juga mengatakan masih menyelidiki penyebab utama kecelakaan tersebut. Namun, katanya, kurangnya konsentrasi pengemudi angkot menjadi dugaan sementara pemicu insiden.
"Dugaan sementara, akibat sopir kurang konsentrasi saat berkendara," katanya.
Sebelumnya, korban mengaku menduga sopir kendaraan tersebut berada dalam kondisi tidak normal saat mengemudi.
Dugaan itu disampaikan Addar Abid Pranaja Wijaya.
"Pengemudi kayaknya mabuk, tapi saya posisinya di belakang," kata Addar kepada Tribun Jabar.id, di lokasi kejadian.
Meski demikian, Addar mengaku tidak dapat memastikan kondisi sopir karena dirinya duduk di bagian belakang kendaraan saat perjalanan berlangsung.
Menurut dia, cara mengemudi sopir sudah membuat para penumpang merasa tidak nyaman bahkan sebelum kecelakaan terjadi.
"Ya ugal-ugalan dari sebelum kejadian juga," ujarnya.
Sebelumnya, Addar juga menceritakan angkot jurusan Cileunyi-Sumedang berpelat nomor Z 1903 AF yang mengangkut belasan siswa itu sempat oleng ketika mencoba menyalip sebuah truk.
"Tak lama kemudian kendaraan kehilangan keseimbangan dan terguling," ucapnya. (*)