– Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, memperingatkan publik agar tidak tertipu dengan aksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengajak lima mahasiswa ikut memantau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (18/6/2026).
Guntur secara tegas membantah bahwa tindakan yang dilakukan oleh tokoh nomor dua di Indonesia tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi. Menurutnya, aksi memboyong mahasiswa menggunakan fasilitas negara itu justru menjadi sebuah operasi penjinakan melalui gerakan soft power terhadap civitas akademika.
Lebih lanjut, Guntur menilai langkah ini menjadi hal paling vulgar yang pernah dilakukan oleh seorang Wakil Presiden. Ia mengkhawatirkan aksi Gibran tersebut dapat mengubah sosok mahasiswa yang seharusnya menjadi agen perubahan dan bersikap kritis, justru berbalik menjadi buzzer atau pendengung kekuasaan akibat diajak masuk ke dalam kenyamanan protokoler fasilitas negara.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari tayangan YouTube Wakil Presiden RI, para mahasiswa tersebut diketahui turut naik pesawat bersama dengan Gibran. Situasi inilah yang disebut Guntur sebagai jebakan nyata yang sedang bekerja, di mana independensi mahasiswa dikhawatirkan runtuh hingga laporan yang mereka buat berpotensi berubah menjadi sekadar testimoni berbayar fasilitas.
Atas tindakan tersebut, politisi PDIP itu menuding Gibran tengah memecah belah barisan mahasiswa secara sistematis menjadi dua kubu, yakni kelompok yang teguh bertahan di garis luar dan mereka yang memilih kooperatif melalui jalur instan. Politik adu domba ini dinilai tidak hanya menciptakan sinyal perang internal di kalangan mahasiswa, melainkan juga berpotensi menandingi otoritas Presiden Prabowo dengan membangun loyalitasnya sendiri.(*)