BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanah dan bangunan mencapai Rp16 miliar, Dinar Candy bangga punya rumah mewah di kawasan elit Bumi Serpong Damai (BSD).
Kerja keras Dinar Candy sebagai seorang disjoki (DJ) tak sia-sia.
Ia kini memiliki rumah mewah di kawasan perumahan elit, BSD, Tangerang, Banten.
Ditaksir bernilai puluhan miliar, itu merupakan rumah ketiga yang dimiliki wanita 33 tahun tersebut.
Ditanya soal sumber uangnya, Dinar Candy mengaku menabung dari hasil kerja keras sejak era pandemi Covid-19 yang dimulai sejak 2020 lalu.
"Perjuangannya sangat susah ya, kayaknya dari Covid aku tuh sebenarnya," kata Dinar Candy di kediamannya di kawasan BSD, Tangerang, dikutip dari Grid.id, Kamis (18/6/2026).
"Tapi Alhamdulillah ini rumah ketiga aku di Jakarta," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai rincian anggaran pembangunan rumah megah tiga lantai tersebut, Dinar Candy secara terbuka membeberkan nominal yang mencapai angka Rp20 miliar.
"Ini ya, gedungnya aja Rp16 miliar. Gedungnya aja, gedung sama tanahnya. Interiornya ya Rp4 miliar lah, ini kan masih berjalan juga," jelas Dinar.
Dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang di lantai dua, area biliar, taman, lift, hingga ruangan khusus wardrobe yang luas di lantai tiga, tidak heran jika nilai rumah baru wanita asal Cianjur itu menembus angka fantastis.
Meskipun berprofesi sebagai figur publik dengan penghasilan tinggi, Dinar Candy mengaku memiliki prinsip hidup yang sederhana dalam mengelola keuangan. Ia berusaha menghindari gaya hidup konsumtif.
"Aku tuh yang memang enggak shopping yang berantakan gimana-gimana," tutur Dinar.
Ia menambahkan bahwa setiap pengeluaran besar yang dilakukan harus memiliki nilai guna, terutama untuk menunjang performa profesionalnya di atas panggung sebagai DJ.
"Jadi kalau aku mau beli baju tuh benar-benar buat show aja. Terus beli boots juga mungkin ya barang-barang branded yang benar-benar mau dipakai, kalau enggak dipakai tuh enggak aku beli," tandas Dinar.
Dinar Candy kembali menegaskan kecintaannya terhadap dunia musik elektronik dan profesi yang telah membesarkan namanya sebagai seorang disjoki (DJ).
Dinar mengungkapkan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk meninggalkan dunia DJ dalam waktu dekat. Bahkan, ia bertekad untuk tetap aktif tampil hingga usia 50 tahun.
Menurut Dinar, menjadi DJ bukan sekadar pekerjaan atau sumber pendapatan semata. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Karena itu, meski telah memiliki berbagai kesibukan lain di dunia hiburan maupun bisnis, ia tetap ingin mempertahankan kariernya di balik meja putar.
"Enggak, nge-DJ aku sampai umur 50 tahun! Mau nge-DJ terus. Aku suka nge-DJ," ujar Dinar Candy di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (3/6/2026).
Dinar mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap dunia musik dan hiburan malam menjadi salah satu alasan dirinya membangun bisnis di sektor tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata karena peluang bisnis, tetapi juga karena ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan dunia DJ.
Baca juga: Pernah Ramai Dijuluki CEO, Giorgio Antonio Malah Diledek Hotman Paris: Makanya Jangan Bokek
Ia mengaku bahwa penghasilan besar pertama yang diraihnya berasal dari profesi tersebut. Karena itu, dunia DJ memiliki nilai yang sangat spesial dalam hidupnya.
"Maksudnya tuh nanti mau diundang atau nggak, kenapa aku kemarin juga bikin club malam? Karena memang aku suka nge-DJ. Karena aku asal mula dapat uang tuh pertama kali tuh memang besarnya di DJ," katanya.
Meski kini aktif di berbagai bidang, Dinar mengakui bahwa pemasukan terbesarnya masih berasal dari aktivitas tampil sebagai DJ. Ia bahkan membeberkan perkiraan komposisi sumber pendapatannya saat ini.
Menurut Dinar, sekitar 70 persen penghasilannya berasal dari pekerjaan sebagai DJ. Sementara itu, kegiatan syuting memberikan kontribusi sekitar 20 persen dan sisanya berasal dari berbagai konten digital yang ia buat.
"Jadi kayak penghasilan aku mungkin 70 persen dari DJ, syuting mungkin ya 20 persen terus dari konten-konten ya 10 persen gitu," ungkapnya.
Dinar juga mengungkapkan salah satu pencapaian yang membuatnya bangga selama berkarier sebagai DJ. Ia menyebut pernah berada di peringkat lima Asia dan kini memiliki hubungan pertemanan dengan banyak DJ internasional.
"Iya aku ranking 5 di Asia. Dan sekarang juga aku temenan sama DJ-DJ inter banyak. Tapi aku memang enggak ngambil show DJ yang jauh," tutur Dinar.
Dinar menjelaskan bahwa pada masa lalu dirinya cukup sering menerima tawaran tampil di berbagai negara dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari Indonesia. Beberapa negara di Timur Tengah hingga Asia Selatan pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai DJ.
Namun kini, ia memilih membatasi wilayah pekerjaannya dan lebih mengutamakan lokasi yang memiliki waktu perjalanan relatif singkat.
"Kalau dulu tuh aku masih show DJ ke Qatar, Bahrain, terus India masih aku ambil. Kalau sekarang tuh yang ya paling jauh 3 jam penerbangan, 2 jam penerbangan kayak misalkan ke Malaysia, Singapura, terus Kamboja, yang dekat-dekat aja aku ambil," ujarnya.
Selain faktor perjalanan, Dinar juga mengaku kini lebih tertarik mengalokasikan waktunya untuk mengembangkan berbagai usaha yang dimiliki. Ia menilai bahwa waktu yang dihabiskan untuk penerbangan panjang dapat dimanfaatkan untuk mengurus bisnis dengan hasil yang tidak kalah menguntungkan.
Karena itu, tawaran tampil di negara yang membutuhkan waktu perjalanan hingga belasan jam kini tidak lagi menjadi prioritas baginya.
"Tapi kalau yang jauh sampai 10 jam aku mikir kayak aku harus lebih baik aku bikin usaha aja. Gitu karena kan sama aja uangnya," cerita Dinar.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)