WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Ruang publik kembali dihentak oleh tragedi memilukan akibat semrawutnya kabel utilitas di ibu kota.
Neisha Amalia Evrian Putri (16), seorang siswi kelas X SMAN 6 Jakarta, mengembuskan napas terakhirnya setelah terjerat kabel maut yang menjuntai di kawasan Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) pagi.
Menanggapi peristiwa tragis ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat mendampingi keluarga korban.
Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Tragis Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Akibat Terjerat Kabel Maut
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMA 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel di Jalan Lauser, Jakarta Selatan," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Pemprov DKI Kerahkan Bantuan Penuh
Pramono menegaskan telah menginstruksikan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Bina Marga, untuk memberikan dukungan maksimal kepada keluarga almarhumah.
Tak hanya dukungan moral, Pemprov DKI juga memfasilitasi seluruh prosesi hingga pemakaman selesai.
"Kami membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin. Melalui Pemerintah DKI Jakarta dan Baznas (Bazis), kami juga memberikan santunan. Kemarin kami mengirimkan tiga bus untuk mengantar almarhumah ke pemakaman, dan seluruh pembiayaannya kami tanggung," tegasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak Pemprov, kabel yang memicu kecelakaan maut tersebut teridentifikasi sebagai kabel milik PLN yang berada dalam kondisi terpotong dan menjuntai.
Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Ketika disinggung mengenai kelanjutan investigasi, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Langkah ini sejalan dengan keinginan kuat dari pihak keluarga Neisha yang menuntut keadilan.
"Proses hukum sudah dengan sendirinya berjalan karena keluarga ini sangat memahami hukum. Pihak nenek korban juga sudah meminta untuk itu. Karena persoalan ini sudah masuk ke wilayah privat, kami persilakan proses hukum terus berjalan," tutur Pramono secara lugas.
Baca juga: Nasib Sopir Bus Sekolah Usai Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Terlindas Akibat Kabel Maut
Kronologi Kejadian yang Menggugah Empati
Berdasarkan hasil investigasi dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, kecelakaan bermula ketika Neisha sedang dibonceng oleh rekannya menggunakan sepeda motor Honda PCX.
Nahas, setang motor tersebut mendadak tersangkut kabel seling yang menjuntai tak beraturan hingga ke badan jalan.
Sentakan keras membuat korban terjatuh dari motor.
Di saat yang bersamaan, sebuah bus sekolah melintas dan melindas korban yang tak sempat menyelamatkan diri.
Tragedi ini kembali menyulut amarah dan sorotan tajam dari publik.
Kondisi kabel utilitas di Jakarta yang semrawut kini bukan lagi sekadar merusak estetika kota, melainkan telah menjelma menjadi teror nyata yang merenggut nyawa masa depan bangsa.