Piala Dunia kini sedang berlangsung dengan seluruh tim telah menyelesaikan pertandingan pertama mereka di fase grup.
Beberapa grup telah menyuguhkan pertandingan yang menarik dan penuh kejutan, sementara grup lainnya terasa lebih sulit untuk memancing antusiasme. Tiga hasil imbang yang terjadi pada 15 Juni menjadi contoh bagaimana persaingan bisa berjalan sangat ketat.
Lalu, apa yang akan terjadi jika seluruh tim di satu grup mengakhiri fase grup dengan jumlah poin dan selisih gol yang sama?
Meskipun skenario semacam ini terbilang tidak mungkin, namun bukan berarti mustahil. Untuk itu, FIFA telah menyiapkan aturan khusus untuk menghadapi situasi seperti ini.
Andai boleh memilih, tentu akan lebih seru jika hal ini diselesaikan lewat pertandingan tambahan bergaya “Wembley doubles”, namun sayangnya FIFA menggunakan pendekatan administratif yang lebih formal untuk menentukan peringkat tim yang memiliki poin dan selisih gol identik.
Jika dua atau lebih tim tidak dapat dibedakan berdasarkan poin, hasil pertemuan langsung, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak secara keseluruhan, maka kriteria tambahan akan digunakan.
Pertama, perilaku tim di lapangan akan diperiksa melalui catatan kartu kuning dan kartu merah. Tim dengan jumlah pelanggaran disiplin paling sedikit akan diunggulkan untuk lolos.
Namun, jika catatan disiplin kedua tim tetap sama, maka posisi mereka di peringkat dunia resmi FIFA yang terbaru akan dijadikan penentu akhir untuk menentukan siapa yang melaju ke babak berikutnya.
Sebagai contoh, dalam Grup B, jika keempat tim mengakhiri fase grup dengan poin dan selisih gol identik, serta memiliki jumlah kartu kuning dan merah yang sama, maka peringkat dunia FIFA akan digunakan untuk menentukan urutan klasemen akhir.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi Swiss, yang saat ini menempati peringkat ke-19 dunia, serta Kanada yang berada di posisi ke-32. Sementara itu, Qatar yang ada di peringkat ke-49 mungkin masih memiliki peluang untuk lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Sebaliknya, situasi ini akan merugikan Bosnia dan Herzegovina yang saat ini menduduki peringkat ke-63 dunia.