Gibran Restui BGN Setop MBG Demi Bersihkan Borok Tata Kelola: Ini Waktu yang Tepat untuk Evaluasi
jonisetiawan June 19, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah polemik besar yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kasus dugaan korupsi hingga penghentian operasional dapur selama libur sekolah, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara.

Dari kawasan timur Indonesia, tepatnya di SDN Wolomoni, Desa Niowula, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gibran memberikan sinyal dukungan penuh terhadap langkah Badan Gizi Nasional yang menghentikan sementara operasional MBG selama masa libur sekolah.

Menurut putra sulung Presiden ke-7 RI itu, momentum jeda aktivitas sekolah justru menjadi kesempatan terbaik untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola program yang belakangan menjadi sorotan nasional.

Baca juga: Aplikasi Pendaftaran SPPG Ditutup Pemerintah, BGN: Tak Ada Lagi Izin Pendirian Dapur MBG yang Baru

Gibran: Ini Waktu yang Tepat untuk Evaluasi Total

Gibran menilai keputusan BGN menghentikan sementara distribusi MBG merupakan langkah yang tepat demi pembenahan menyeluruh.

“Kita ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait tata kelola di BGN ini,” kata Gibran, Kamis (18/6/2026).

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pemerintah pusat mendukung langkah audit dan evaluasi total yang kini sedang dijalankan BGN.

MBG Dinilai Sangat Dibutuhkan di Daerah 3T

Meski mendukung penghentian sementara operasional, Gibran menegaskan bahwa program MBG tetap memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, masyarakat di daerah-daerah tersebut sangat menantikan keberlanjutan program MBG karena dianggap membantu pemenuhan gizi anak-anak dan keluarga rentan.

WAPRES GIBRAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
WAPRES GIBRAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendukung keputusan penghentian sementara program MBG selama libur sekolah untuk evaluasi menyeluruh tata kelola di Badan Gizi Nasional. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Wakil Presiden)

“Jadi, sekali lagi teman-teman media, ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran, dan yang namanya praktik-praktik korupsi agar tidak terjadi lagi,” ucap dia.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak ingin program unggulan tersebut rusak akibat persoalan korupsi dan tata kelola yang bermasalah.

Baca juga: BGN Skakmat Pengusaha yang Protes MBG Disetop: Efisiensi Lebih Penting Dibanding Cuan Para Mitra!

Kasus Korupsi Jadi Sorotan Utama

Evaluasi besar-besaran yang dilakukan BGN tak lepas dari mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola MBG yang menyeret sejumlah petinggi lembaga tersebut.

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua eks wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, kini telah berstatus tersangka.

Kasus tersebut membuat tata kelola MBG menjadi perhatian publik sekaligus memicu gelombang evaluasi di internal BGN.

Semua Dapur MBG Akan Diaudit

Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebelumnya telah memastikan bahwa penghentian operasional MBG selama libur sekolah akan dimanfaatkan untuk audit menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG.

“Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur,” ucap Arumsari di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tata kelola MBG berjalan lebih baik dan tepat sasaran ke depannya.

Baca juga: MBG Dihentikan Mulai 22 Juni, Insentif SPPG Disetop Selama 3 Minggu, BGN: Lumayan Hemat Rp3 Triliun

BGN Lakukan Pembenahan Menyeluruh

Arumsari menegaskan bahwa penghentian sementara program MBG bukan berarti program dihentikan permanen, melainkan bagian dari proses pembenahan sistem secara total.

“Ya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah sambil kita membenahi gitu,” ujar dia.

Kini, pemerintah tengah berpacu melakukan reformasi tata kelola MBG agar program yang digadang-gadang menjadi salah satu andalan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran tersebut dapat kembali berjalan dengan sistem yang lebih transparan, efisien, dan bebas dari praktik korupsi.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.