TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Profil dan biodata Bahtra Banong sosok Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Nama Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini belakangan viral seiring kemunculannya di berbagai program televisi nasional selaku Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra.
Salah satu yang menarik perhatian saat momen adu argumennya dengan Wakil Ketua Badan Eksekusif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI), Fatimah Azzahra.
Potongan video pendek yang mengabadikan momen itupun viral di berbagai platform media sosial (medsos).
Bahtra, Fatimah, dan narasumber lainnya tampil pada diskusi yang ditayangkan salah satu media nasional, beberapa hari lalu.
Awalnya, Fatimah, menyampaikan pelaksanaan unjukrasa yang dilakukan oleh BEM UI menjawab pertanyaan presenter acara.
Bahtra menanggapinya, dia menyebut menghormati dan menghargai setiap penyampaian aspirasi.
Baca juga: Anggota DPR RI Bahtra Banong Kehilangan Sosok Haerul Saleh: Beliau Orang Baik, Orangnya Ramah
Diskusi pun mengalir, hingga Bahtra membela program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya, program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan disorot bahkan menjadi ‘bahan’ demonstrasi.
Menurutnya, program MBG ini tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tapi memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM).
Fatimah pun menyoroti pernyataan itu.
“Tentu saya sebagai mahasiswa kedokteran sangat mempertanyakan ya kalau alasan yang terus-terusan digaungkan sampai hari ini, bahkan itu masih tentang menyelesaikan perihal stunting gitu ya,” katanya.
Bahtra yang kembali diberi kesempatan menjawab, kemudian menimpalinya.
Menurutnya, Program MBG tidak bisa dilihat hanya dari perspektif penanganan stunting, tapi memiliki dampak ekonomi yang luas.
Melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku untuk ribuan dapur di berbagai daerah.
Dalam diskusi ini, Bahtra juga mencontohkan kondisi anak-anak di daerah yang harus berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar.
Bahtra mencontohkan salah satu wilayah di daerah pemilihannya yakni Sulawesi Tenggara (Sultra).
Provinsi Sultra terletak di jazirah tenggara Pulau Sulawesi dengan ibu kotanya Kota Kendari.
Luas wilayahnya didominasi perairan laut seluas 110.000 kilometer persegi (km2), daratannya hanya sekitar 38.140 km.
Sembilan dari 17 kabupaten/ kota di provinsi ini berada di wilayah kepulauan, 8 berada di daratan.
“Mohon maaf saya mau cerita sedikit singkat, ke adik mahasiswa mungkin beliau karena tinggal di kota ya. Kami yang tinggal di kampung, Sulawesi Tenggara sana, di pulau sana,” katanya.
“Bayangkan adik-adik kita berangkat ke sekolah menggunakan perahu tanpa mereka makan, mereka sampai di sekolah dalam kondisi perut lapar.” jelasnya dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, katanya, masyarakat di pelosok sangat membutuhkan program MBG.
“Mana mungkin mereka bisa konsentrasi di sekolah kalau berangkat sekolah dalam kondisi lapar,” ujarnya.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa CPNS dan PPPK 2024 Tahap I Sultra Bawa Keranda Bergambar Bahtra dan Menpan RB
“Mungkin iya bagi orang-orang kota. Tapi bagi kami orang-orang yang di kampung yang di pelosok sana sangat membutuhkan program MBG ini,” lanjut Bahtra.
Menanggapi hal itu, Fatimah menilai masih ada persoalan yang lebih mendesak yang perlu dibenahi pemerintah, terutama akses pendidikan dan infrastruktur dasar di berbagai daerah.
“Saya rasa tadi sudah bahkan disebutkan ya, bahwa ada sesuatu yang lebih genting sebetulnya dari mengisi perut lapar, yaitu bagaimana anak-anak di daerah yang akses pada sekolahnya itu masih terhambat,” kata Fatimah dalam diskusi itu.
Ia mencontohkan masih banyak anak di daerah yang harus menghadapi berbagai hambatan untuk mencapai sekolah, mulai dari akses jalan yang sulit hingga fasilitas yang belum memadai.
Pernyataan Fatimah, begitupun Bahtra dalam diskusi itupun ramai diperbincangkan di medsos, beberapa hari terakhir ini.
Sosok Bahtra Banong merupakan anggota DPR RI periode 2022-2024 dan periode 2025-2030 dari Fraksi Partai Gerindra.
Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu, dia kembali terpilih dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara ( Dapil Sultra).
Dapil ini terdiri dari 17 kabupaten/ kota se-Sultra, basis pemilihnya di Kabupaten Bombana serta Kolaka Raya.
Bahtra memperoleh total 85.596 suara, tertinggi di partainya hingga akhirnya melenggang ke Senayan.
Saat ini, dia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Partai Gerindra.
Komisi ini membidangi urusan pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan kepemiluan.
Bahra sekaligus menjadi Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
Dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Bahtra didapuk menjadi jubir partainya.
Bahtra mulai menjadi anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Kala itu, dia dilantik menjadi legislator Senayan pada 14 Juni 2022.
Dia menggantikan Haerul Saleh yang dilantik menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Berdasarkan hasil Pemilu 2019, Bahtra mendapat perolehan 13.642 suara sah, terbanyak ketiga di partainya setelah Haerul.
Haerul sebelumnya juga melenggang kembali ke Senayan melalui mekanisme PAW menggantikan mendiang H Imran yang berpulang.
Bahtra Banong lahir di Doping, salah satu kelurahan di Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dia lahir pada 8 September 1983 atau saat ini berusia 42 tahun.
Bahtra menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di Sulsel sebelum melanjutkan kuliah di Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Baca juga: Biodata Haerul Saleh 2 Kali DPR Asal Sulawesi Tenggara, Mundur Legislator Menjadi Anggota BPK RI
Dia menyelesaikan pendidikannya sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Universitas Islam Bandung (Unisba) 2002-2009.
Bahtra pun aktif berorganisasi semasa kuliahnya hingga menjabat Ketua Badko HMI Jawa Barat 2006-2008.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bahtra merupakan sosok pengusaha sekaligus pendiri PT Bumi Anoa Mandiri.
Berikut biodata singkatnya yang dihimpun TribunnewsSultra.com:
Nama: Bahtra Banong S.PWK
Lahir: Doping, Kabupaten Wajo, 8 September 1983
Usia: 42 tahun
Riwayat Pendidikan:
Pengalaman Organisasi:
Perjalanan Karir:
(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu, SerambiNews.com/Firdha Ustin)