Lokalisasi Gembol dan Tegal Panas Kabupaten Semarang Bakal Ditutup, Pemkab Rencanakan Penataan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dua lokalisasi di Kabupaten Semarang bakal ditutup. Dua lokalisasi tersebut yakni kawasan Gembol, Kecamatan Bawen, dan kawasan Tegal Panas, Kecamatan Bergas.
Pemerintah Kabupaten Semarang akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak untuk merumuskan mekanisme penataan terbaik.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, rencana penataan dua lokalisasi tersebut akan dibahas bersama forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan guna menyerap berbagai masukan sebelum mengambil keputusan.
Baca juga: Gedung Tua MI di Pedurungan Roboh, Sekolah Harap Bantuan
"Terkait rencana penataan kawasan Gembol dan Tegal Panas, kami akan mintai masukain, kami diskusikan. Langkah tercepat terbaik kami akan rumuskan bersama," kata Ngesti, Jumat (19/6/2026).
Untuk kawasan Gembol, Pemkab Semarang berencana membeli lahan yang selama ini digunakan sebagai kawasan lokalisasi.
Menurut Ngesti, sejumlah tokoh masyarakat mengusulkan agar di lokasi tersebut dibangun fasilitas ibadah.
"Disana, masukan dari beberapa tokoh masyarakat belum ada tempat ibadah masjid, rencana kami bangun masjid disana," bebernya.
Sementara itu, untuk kawasan Tegal Panas, Pemkab masih mengkaji bentuk penataan yang paling tepat.
Luas lahan yang cukup besar membuat Pemkab Semarang perlu merumuskan pemanfaatan kawasan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak.
"Kemudian, yang di Tegal Panas tanahnya agak luas, nanti kita rumuskan bersama terkait dengan mekanisme yang terbaik seperti apa, kami minta saran masukan dari semua pihak," tuturnya.
Terkait dampak terhadap warga, Ngesti memastikan, masyarakat yang memiliki lahan di kawasan Gembol akan mendapatkan kompensasi apabila proses pembelian lahan oleh pemerintah daerah terealisasi.
"Kaitan dengan warga, kalau tanahnya yang di Gembol nanti kita beli, otomatis dapat ganti rugi, bisa dipakai untuk usaha dan sebagainya. Yang terpenting terkait hal-hal yang sifatnya negatif akan menjadi positif," tuturnya. (eyf)