BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Barat Markus bersama Wakil Bupati dan jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat melakukan audiensi dengan Direktur Pupuk Kementerian Pertanian RI guna mencari solusi atas persoalan pupuk subsidi yang dikeluhkan petani sawah di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa.
Markus mengatakan, dirinya bersama rombongan baru kembali ke Bangka Belitung pada Jumat (19/6/2026) setelah melakukan pertemuan dengan Direktur Pupuk Kementan RI di Jakarta.
“Bapak (saya-red) baru pulang bersama pak Wabup dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bertemu dengan Direktur Pupuk di Kementerian Pertanian,” kata Markus kepada Bangkapos.com, Jumat (19/6/2026).
Diakui Markus, pihaknya telah menyampaikan permasalahan pupuk subsidi yang selama bertahun-tahun ke belakang tidak lagi diterima petani sawah Desa Tuik tersebut.
“Tentunya kami bersama tim, nanti akan ada pilihan, akan kami diskusikan lebih lanjut untik diusulkan ke Kementerian Kehutanan melalui Pak Gubernur. Karena disitu kan masih tersangkut status lahan, status kawasan (hutan-red),” jelasnya.
Lanjut dia, pada dasarnya permasalahan utama terkait masalah petani sawah di Desa Tuik tersebut adalah soal status lahan kawasan hutan sehingga terbentur aturan dan tidak bisa menerima pupuk subsidi.
“Kalau masalah pupuk (subsidi-red), direktur pupuk menyampaikan bahwa kami tinggal mengusulkan nanti. Permasalahannya ini ada pada status lahannya ini,” tegas Markus.
Oleh karena itu, menurutnya hal tersebut lah yang harus di selesaikan terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Barat.
“Nanti akan saya koordinasikan dengan Provinsi bagaimana untuk mencari solusi ini, apa dibuat perhutanan sosial, atau seperti apa. Nanti saya minta Kades nya menyampaikan ke saya dan nanti akan mengusulkan permasalahan ini ke Kementerian Kehutanan,” ujarnya.
Lanjut dia, yang paling penting dalam permasalahan ini adalah supaya segala sesuatunya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Yang penting aturannya dulu yang kita selesaikan. Kalau masalah pupuk itu nomor dua lah, yang penting masalah status lahan itu dulu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Markus menyebut bahwa dari hasil audiensi dengan dengan Direktur Pupuk Kementan RI, disampaikan bahwa serapan pupuk subsidi di Kabupaten Bangka Barat jadi salah satu yang terbaik.
“Cepat kita penyerapannya. Kan kita sudah mengusulkan penambahan pupuk subsidi untuk kelompok tani yang kita usulkan di Dinas Pertanian,” ucapnya.
Markus berharap, dengan adanya upaya dan langkah-langkah tersebut nantinya, diharapkan ketahanan pangan dari sektor sawah atau padi di Desa Tuik dapat kembali membaik.
“Harapan kita seperti itu, bisa bagus lagi untuk ketahanan pangan kita,” harapnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)