TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Beberapa wilayah di Jawa Timur terjadi pemadaman listrik. Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, pemadaman listrik bergilir terjadi di Kabupaten Bondowoso. Pemadaman listrik bergilir juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember hingga Jumat (19/6/2026). Kondisi ini telah berlangsung hampir dua pekan.
Berdasarkan pantauan di berbagai wilayah, gangguan listrik mulai banyak dilaporkan sejak pekan kedua Juni 2026. Hingga kini, pemadaman masih terjadi secara bergantian di beberapa kecamatan.
Pada Jumat (19/6/2026), pemadaman dilaporkan terjadi di Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, wilayah Kecamatan Mumbulsari, serta Desa Sempolan dan Desa Karangharjo di Kecamatan Silo.
Baca juga: Pelaku Usaha Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir Bergilir, Ini Penjelasan PLN
Durasi pemadaman bervariasi, mulai sekitar dua jam hingga lebih lama tergantung wilayah yang terdampak.
Salah satu warga Perumahan Villa Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, mengaku mengalami pemadaman listrik selama kurang lebih dua jam, mulai pagi hingga siang hari, Rabu (10/6/2026).
Pada hari yang sama, listrik juga sempat padam di Stadion Jember Sport Garden atau Jember Sport Garden saat pertandingan Persid Jember melawan Persak Kebumen berlangsung menjelang petang.
Akibatnya, panitia pertandingan harus mengoperasikan generator set (genset) untuk menjaga penerangan stadion agar pertandingan dapat tetap berlangsung.
Pemadaman tersebut juga berdampak pada kawasan sekitar stadion hingga Jalan M. Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates. Saat waktu Salat Maghrib tiba, sejumlah pedagang kaki lima terpaksa menggunakan lilin dan lampu darurat karena tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan.
Baca juga: Pemadaman Listrik Serentak 7 Kecamatan di Lumajang, Ini Penjelasan PLN
Dampak pemadaman juga dirasakan oleh pelaku usaha rumahan. Guntur, pengusaha tusuk sate di Desa Curahlele, Kecamatan Balung, mengaku aktivitas produksinya terganggu akibat listrik padam yang kembali terjadi Jumat pagi.
"Pemadaman sejak jam 9 pagi, dan ini sudah kedua kalinya dalam minggu ini," ujar Guntur.
Saat dihubungi sekitar pukul 11.15 WIB, listrik di rumahnya masih belum menyala.
Menurutnya, gangguan listrik berdampak langsung pada proses produksi dan pengiriman pesanan yang dijual melalui marketplace.
"Saya mengerjakan usaha rumahan tusuk sate yang penjualannya online di marketplace. Kalau ada pesanan dari pembeli harus segera diproses untuk dikirim ke ekspedisi. Mati listrik hari ini menyebabkan mesin produksi ikut mati, mesin pengemasan juga mati, printer untuk mencetak resi juga terpengaruh tidak bisa jalan karena tersambung ke listrik. Belum lagi jaringan internet juga terganggu karena wifi ikut bergantung pada listrik," katanya.
Baca juga: WFH ASN Lumajang Hemat Anggaran Rp 464 Juta, Biaya Listrik hingga Lembur Turun
Ia berharap pemadaman tidak berlangsung terlalu lama dan tidak terjadi terlalu sering karena berpengaruh terhadap kelancaran usaha.
Keluhan serupa disampaikan Sigit, warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Ia mengatakan listrik padam sejak pukul 09.00 WIB dan baru kembali menyala sekitar pukul 11.30 WIB.
"Rabu padam, Kamis kemarin selamat nyala, hari ini padam lagi. Di Desa Sempolan juga padam sejak pagi," ujarnya.
Menurutnya, pemadaman di Desa Sempolan berlangsung lebih lama karena listrik baru kembali menyala sekitar pukul 13.30 WIB.
"Mobil PLN wira-wiri terus," tambahnya.
Selain laporan warga, sejumlah pengguna media sosial juga menyampaikan keluhan terkait pemadaman listrik di berbagai wilayah Jember. Warga Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, misalnya, melaporkan listrik padam saat pelaksanaan Salat Jumat.
Hingga Jumat (19/6/2026), pemadaman listrik bergilir masih dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Jember. Warga berharap ada kepastian informasi terkait penyebab gangguan serta jadwal pemadaman agar aktivitas masyarakat dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada.