TRIBUNSTYLE.COM - Kondisi memprihatinkan dialami wanita inisial YSR (29) yang disekap dan dianiaya pacarnya inisial TH selama tiga tahun.
Kasus ini terjadi di kamar kos milik TH di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
YSR sudah tiga tahun terakhir tidak pernah menghubungi keluarga.
Keluarga tidak tahu keberadaannya hingga ia ditemukan sudah terluka parah dan kritis.
Adik korban, Sahrul Ulum mengatakan, pihak keluarga awalnya mendapat telepon dari orang tidak dikenal.
"Katanya (YSR) kecelakaan di RS Hasan Sadikin. Ini motor sama HP-nya ada di sini (RS). Itu ngabarinnya ke bapak. Bapak langsung berangkat ke sana," kata Sahrul dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Bosan ke Mall? Yuk, Berburu Kuliner Viral di Pasar Cihapit Bandung Pas Liburan Sekolah!
Saat pertama kali bertemu YSR, sang ayah kaget karena kondisinya sudah kritis dengan wajah hancur tak bisa dikenali.
"Kedua mata, yang sebelah kakan infeksi, yang kiri mengecil. Mulut bagian ininya (atas) sudah tidak ada. Kaki sebelah kanan bekas bacokan. Itu pengakuan teteh (korban)," katanya.
Setelah menjalani operasi, kata dia, sang kakak sempat sadarkan diri.
"Masih setengah sadar. Alhamdulillah udah operasi kepala, sudah dibersihin, tadinya banyak nanah, kepalanya bengkak. Muka sekarang sudah agak bersih. Diajak komunikasi sebenarnya bisa, cuma kurang jelas," tutur Sahrul.
Menurut pengakuan YSR ke ayahnya, selama tiga tahun ini ia mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku TH.
TH juga selama tiga tahun kerap membawa YSR berpindah-pindah tempat setiap tiga bulan sekali.
"Bilangnya ke bapak, bibir atas katanya dibacok, kepala dipukulin pakai helm, wajah dipukulin pake benda apa sama tangan kosong juga, kaki bekas bacokan. Di tangan juga banyak bekas sundutan rokok yang sudah kering. Di kepala banyak bekas sayatan. Nggak cuma sekali dua kali, sudah beberapa kali," urainya.
Kepada keluarga, YSR mengatakan kalau pelaku bekerja Adira di Tritan Poin bagian eksternal, leasing, atau debt collector.
Selama tiga tahun ini, pihak keluarga mengira kalau korban pindah bekerja di Jakarta.
"Korban awalnya kerja di Pasteur, pas diculik ngakunya kerja di Jakarta. Jadi kita selama tiga tahun dikelabui sama si pelaku, jadi teteh selama 3 tahun menghilang gak boleh pegang HP," katanya.
Baca juga: Viral di Nikahan Jennifer Coppen, Azizah Salsha Klarifikasi Aksi Selfie dengan Pemain Timnas: Biasa
Bahkan menurut dia, sang kakak juga sudah tidak bisa menghubungi keluarga lantaran sudah tidak bisa melihat.
"Mungkin dalam kondisi keadaan kakak juga udah buta, gak bisa ngelihat. Matanya udah gak bisa diselamatkan dua-duanya. Padahal dulu normal," kata dia lagi.
Sahrul juga menuturkan, orang yang menelepon ayahnya mengabarkan kondisi korban ternyata adalah pelaku.
"Kata Aa yang telepon pas ada di RSHS itu si pelaku, yang ngakunya orang yang menyelamatkan. Yupita Sri Rezeki katanya kecelakaan motor, semua HP ada di sini, seolah-olah dia yang nyelametin, padahal dia pelaku," bebernya.
Namun saat didatangi oleh keluarga ke RSHS, korban sudah seorang diri, bahkan pemilik kos juga ikut kabur.
"Kakak saya sendirian di RS, penjaga kos udah kabur. Soalnya dia kaget, sama diancam sama senpi dan golok (oleh pelaku)," ujarnya.
Ia juga mengatakan kalau korban dan pelaku sudah tinggal di kosan tersebut selama empat bulan. (Tribun Style/Tribun Bogor)