Malut United dan Adhyaksa FC Ganti Nama dan Pindah Markas? Ini Kata Pihak I.League
Hasiolan Eko P Gultom June 19, 2026 09:57 PM

Rumor Perpindahan Markas dan Pergantian Nama Klub Super League Mencuat, Ini Respons I.League

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang bergulirnya Super League 2026/2027, sejumlah kabar terkait perubahan identitas klub mulai mencuat ke publik.

Dua klub yang menjadi sorotan adalah Malut United dan tim promosi Adhyaksa FC yang disebut-sebut tengah mempertimbangkan perubahan nama maupun home base untuk musim depan.

Malut United dirumorkan akan berganti nama menjadi Jateng United FC dan bermarkas di Stadion Jatidiri, Semarang.

Sementara itu, Adhyaksa FC dikabarkan akan memindahkan home base ke Palangkaraya dengan menggunakan Stadion Tuah Pahoe.

Tak hanya itu, muncul pula kabar lain yang menyebut Adhyaksa FC berpotensi berganti nama menjadi Persiter Ternate dan bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha.

Menanggapi berbagai spekulasi tersebut pihak operator Super League, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa hingga saat ini operator kompetisi belum menerima pengajuan resmi terkait perubahan nama maupun home base klub.

Meski demikian, Asep mengakui pihaknya telah menerima tembusan surat yang berkaitan dengan perubahan tersebut.

Namun, ia belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena terdapat mekanisme organisasi yang harus dijalankan terlebih dahulu.

"Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi. Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut," kata Asep Saputra di Kantor I.League, Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, setiap anggota PSSI memiliki hak untuk mengajukan perubahan identitas klub maupun aspek organisasi lainnya.

Namun proses tersebut harus mengikuti mekanisme yang berlaku di lingkungan federasi.

Dari sisi kompetisi, Asep menjelaskan bahwa setiap klub peserta Super League 2026/2027 telah melalui proses Club Licensing yang menjadi dasar penetapan kelayakan mengikuti kompetisi musim depan.

Salah satu aspek penting dalam proses tersebut adalah infrastruktur, termasuk stadion yang diajukan sebagai kandang klub.

Stadion yang didaftarkan dalam siklus lisensi 2026 yang berakhir pada Mei lalu menjadi acuan utama dalam keikutsertaan klub pada musim mendatang.

Untuk itu, apabila terdapat perubahan setelah lisensi diberikan, maka klub berpotensi menghadapi konsekuensi sesuai regulasi yang berlaku.

"Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin," ujar Asep.

Asep menjelaskan, status lisensi klub diberikan berdasarkan lima aspek utama, yakni infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration.

Perubahan terhadap salah satu aspek tersebut setelah lisensi diterbitkan dapat memengaruhi status yang telah diberikan sebelumnya.

Selain persoalan administrasi, I.League juga mengingatkan bahwa setiap Stadion baru yang diajukan harus memenuhi standar kompetisi yang telah ditetapkan.

Perubahan venue tidak bisa dilakukan begitu saja karena stadion pengganti wajib memiliki standar yang setara dengan stadion yang sebelumnya diajukan dalam proses lisensi.

Standar tersebut tidak hanya mengacu pada PSSI Stadium Infrastructure Regulation 2021, tetapi juga sejumlah ketentuan tambahan yang diterapkan operator kompetisi.

Di antaranya pencahayaan stadion minimal 1.600 lux serta kapasitas minimal 5.000 kursi tunggal (single seat).

"Apabila tidak memenuhi standar tersebut maupun persyaratan lainnya, tentu ada konsekuensinya. Namun yang pasti, setiap stadion yang diajukan akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu,” pungkas Asep.

Dengan belum adanya pengajuan resmi dari klub terkait, nasib rumor perpindahan markas maupun perubahan nama Malut United dan Adhyaksa FC masih menunggu proses lebih lanjut.

Namun satu hal yang pasti, setiap perubahan yang dilakukan menjelang musim baru harus tetap memenuhi ketentuan organisasi dan regulasi kompetisi yang berlaku.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.