TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda sebuah warung sembako.
Peristiwa tersebut menimpa warung sembako di kawasan Pasir Putih, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (19/6/2026) malam.
Berkat aksi sigap petugas pemadam kebakaran (Damkar) di lapangan, dampak kerugian materi akibat musibah ini berhasil diminimalkan.
Kobaran api yang membesar sempat memicu kepanikan warga sekitar. Sebelum armada Damkar tiba, warga sempat bergotong-royong mencoba menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Nunukan, Wahyudi Kawiriyin, mengonfirmasi amukan si jago merah telah berhasil dikendalikan secara penuh.
"Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan," ujar Wahyudi.
Proses pendinginan tersebut dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bara atau titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Baca juga: Breaking News, Kebakaran Hanguskan Warung Sembako di Kawasan Pasir Putih Nunukan
Wahyudi menjelaskan, kunci keberhasilan meminimalkan kerugian materiil ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang langsung menghubungi pemadam saat api pertama kali muncul.
Respons cepat dari warga membuat armada pemadam bisa tiba lebih awal dan melokalisir kobaran api.
"Kecepatan masyarakat melaporkan kejadian ke Damkar juga mempercepat proses pemadaman dan pendinginan," katanya.
Wahyudi menambahkan, berkat penanganan yang serbacepat tersebut, aset dan barang dagangan di dalam warung sembako dapat diselamatkan dari kehancuran total, sehingga kerugian materi bisa ditekan sekecil mungkin.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Damkar masih melakukan pendataan terperinci mengenai total kerugian di lapangan.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan informasi di lokasi kejadian.
Saat ini, situasi di sekitar area kebakaran dilaporkan telah sepenuhnya kondusif di bawah pengawasan petugas.
(*)
Penulis: Fatimah Majid