TRIBUNNEWSMAKER.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa ada satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang untuk sementara waktu menghentikan operasionalnya.
Penghentian sementara tersebut dilakukan bukan karena persoalan distribusi makanan, melainkan berkaitan dengan pembangunan sarana pendukung yang belum selesai, yakni Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan saluran pembuangan.
SPPG yang terdampak adalah SPPG Klaten Utara yang berlokasi di Belangwetan.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, menjelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan hingga seluruh pekerjaan pembangunan fasilitas IPAL dan saluran pembuangan rampung sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sementara satu saja, SPPG Klaten Utara Belangwetan (dihentikan sementara).
Saat ini sedang progres pembangunan IPAL dan saluran pembuangan," kata Yoga saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M
Menurut Yoga, dapur MBG di Belangwetan belum dapat kembali melayani masyarakat selama proses pembangunan masih berlangsung.
Operasional SPPG baru akan kembali dibuka setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun dan dinyatakan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional, termasuk pengelolaan limbah, berjalan dengan baik dan sesuai aturan.
Selain menghentikan sementara kegiatan operasional, BGN juga memastikan pengelola SPPG yang sedang disuspend tidak akan menerima insentif dari pemerintah selama masa penghentian berlangsung.
Kebijakan tersebut berlaku hingga SPPG kembali aktif dan beroperasi normal.
"Insentif tidak diberikan selama masa suspend/diberhentikan," jelas Yoga.
Dengan demikian, SPPG Klaten Utara Belangwetan baru dapat kembali menjalankan program MBG setelah pembangunan IPAL dan saluran pembuangan selesai, sekaligus memenuhi seluruh persyaratan operasional yang ditetapkan.
Baca juga: Fakta Mengejutkan Kasus MBG, Dadan Diduga Terima Suap Uang Tunai: Terjadi Berulang Kali Sejak 2025
Total 159 SPPG di Klaten Sudah Layani Ratusan Ribu Penerima Manfaat
Di sisi lain, Yoga menyebutkan bahwa jumlah SPPG yang aktif beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten hingga saat ini tercatat ada sebanyak 159 satuan pelayanan.
Dari total jumlah tersebut, program pemenuhan gizi ini diklaim telah menyasar dan melayani sebanyak 327.501 penerima manfaat.
Sasaran program tersebut mencakup para siswa sekolah serta kelompok rentan lainnya seperti balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui).
"Jumlah penerima manfaat yang telah dilayani kurang lebih 327.501 penerima manfaat, baik dari siswa, 3b (balita, bumil, busui)," ungkap Yoga.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Labib Zamani)