Kasus Fatal Ginjal Pria Rusak Imbas Kerja 11 Jam Outdoor di Panas Ekstrem
GH News June 19, 2026 10:08 PM
Jakarta -

Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda akhir-akhir ini tidak boleh dianggap remeh. Alih-alih memicu kelelahan biasa, nekat beraktivitas fisik dengan paparan terik matahari yang menyengat bisa berujung fatal pada kerusakan organ dalam tubuh.

Kejadian tragis ini dialami oleh seorang pria berusia 25 tahun asal Son La yang bekerja sebagai kuli bangunan di Hanoi, Vietnam. Akibat terbiasa memforsir tubuhnya bekerja selama 11 jam sehari di bawah cuaca terik, ia harus dilarikan ke E Hospital dalam kondisi kritis.

Awalnya, sepulang kerja pria tersebut mengeluhkan kelelahan hebat, haus, dan nyeri badan. Tetapi, kondisinya memburuk dengan sangat cepat.

Anggota tubuhnya mendadak kaku, mengalami nyeri otot yang menyiksa, hingga tubuhnya lemas total sampai tidak mampu bergerak. Melihat itu, rekan-rekan kerjanya langsung membawanya ke UGD.

Kondisi Pasien yang Mengkhawatirkan

Ketika tiba di Departemen Nefrologi, Urologim dan Hemodialisis, tim medis menemukan tanda-tanda klinis yang mengkhawatirkan. Pasien mengalami oliguria (volume urine berkurang drastis) dan urine berwarna gelap pekat yang tidak normal.

Hasil tes laboratorium menegaskan diagnosis yang mengerikan. Pemuda tersebut mengalami kerusakan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) akibat dehidrasi berat.

Selain itu, ia juga mengidap streptomialisis atau rhabdomyolysis, yakni sebuah kondisi di mana jaringan otot rangka hancur dan lisis.

Dr Nguyen Van Lap, MD, MSc yang menangani kasus ini membeberkan secara taktis bagaimana cuaca panas ekstrem bisa menghancurkan otot dan ginjal sekaligus.

"Ketika tubuh aktif dengan intensitas tinggi di lingkungan bersuhu tinggi, jumlah air dan elektrolit yang hilang melalui keringat sangat besar. Jika tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit," analisis Dr Nguyen Van Lap, dikutip dari .

"Selain itu, kelelahan yang berlebihan dapat merusak sel otot, menyebabkan streptomialisis. Produk dari proses penghancuran otot (mioglobin) dilepaskan ke dalam darah, menyebabkan ginjal kelebihan beban (overload) untuk mengeluarkannya, sehingga meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut," tambahnya.

5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Paparan Sinar Matahari

Belajar dari kasus fatal ini, Dr Nguyen Van Lap mewanti-wanti masyarakat, khususnya para pekerja di luar ruangan, untuk mengatur jam kerja yang lebih rasional. Hindari memaksakan diri bekerja terus-menerus selama jam-jam puncak panas terik di siang hari.

Pekerja wajib menghidrasi tubuh secara berkala dengan mengonsumsi air secara teratur. Selain itu, perlu memperhatikan kompensasi cairan elektrolit yang tepat jika memproduksi keringat dalam jumlah masif.

Segera hentikan aktivitas dan kunjungi fasilitas medis jika tubuh Anda mulai memicu alarm bahaya seperti:

  • Kelelahan ekstrem yang berkepanjangan dan tidak hilang setelah istirahat.
  • Nyeri otot yang sangat parah hingga kaku.
  • Kram hebat di area tangan atau kaki.
  • Rasa haus yang terus-menerus terjadi.
  • Urine berubah warna menjadi gelap pekat atau volumenya menyusut drastis.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.