Wali Kota Magelang Ambilkan Rapor Siswi Yatim, Beri Makna Kehadiran Ayah di Hari Istimewa Sekolah
Yoseph Hary W June 19, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Momen pengambilan rapor di SDN Rejowinangun 4 Kota Magelang pada Jumat (19/6/2026) menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Zoya Nazira Alifiana, siswi kelas I yang tumbuh tanpa sosok ayah di sisinya.

Di tengah suasana para siswa yang didampingi orang tua masing-masing, Zoya mendapat kejutan istimewa.

Wali Kota hadir gantikan peran ayah siswa yatim

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, hadir secara langsung dan mengambilkan rapor Zoya menggantikan peran ayahnya yang telah meninggal dunia.

Momen tersebut berlangsung di hadapan teman-teman sekelas, guru, serta para wali murid yang hadir. Kehadiran orang nomor satu di Kota Magelang itu menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan bagi keluarga Zoya.

Dwi Anita, ibu Zoya, warga Kampung Nambangan mengaku tidak menyangka putrinya akan mendapatkan perhatian secara langsung dari wali kota.

Ibu Zoya berkaca-kaca

“Saya bahagia sekali. Teman-teman Zoya sebagian besar diambil ayahnya masing-masing. Tapi Zoya, ayahnya sudah tidak ada,” ujar Dwi Anita dengan mata berkaca-kaca.

Dwi menuturkan, suaminya meninggal dunia dua tahun lalu. Sejak saat itu, ia berjuang membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Zoya yang kini berusia tujuh tahun tumbuh menjalani masa sekolah tanpa pendampingan seorang ayah.

Namun pada hari pembagian rapor semester ini, Zoya tetap pulang membawa senyum. Dengan rapor yang digenggam erat, ia merasakan kehadiran sosok yang mewakili figur ayah di momen penting tersebut.

Kehadiran Wali Kota Damar bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga bagian dari implementasi Surat Edaran Nomor 400.13.1/621/300 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) yang sedang digencarkan Pemerintah Kota Magelang.

Perkuat keterlibatan ayah

Melalui gerakan tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak, termasuk hadir secara langsung saat pengambilan rapor sekolah.

“Kami ingin memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sekaligus mengurangi fenomena fatherless yang kian mengkhawatirkan,” kata Damar.

Menurutnya, keterlibatan ayah bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan dukungan emosional bagi tumbuh kembang anak.

“Ini tentang bagaimana seorang anak merasakan kehadiran sosok ayah, lahir maupun batin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Damar juga menitipkan pesan kepada Zoya agar tetap semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga sopan santun, serta menyayangi keluarga dan sesama.

“Saya berharap anak-anak ini kelak menjadi generasi yang punya empati,” tutupnya.

Momen sederhana di ruang kelas pagi itu menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian orang tua memiliki arti besar dalam perjalanan tumbuh kembang seorang anak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.