Momen Tak Disangka Mahasiswa Demo di DPR Dapat Sokongan Logistik, Kardus Tulisan "MBG" Jadi Sorotan
Wahyu Septiana June 19, 2026 10:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Momen tak biasa terlihat dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Bukan soal orasi yang disorot, kehadiran posko logistik dengan tumpukan kardus bertuliskan "MBG" menarik perhatian.

Kardus tersebut bertuliskan 'Makan Beneran Gratis'.

Logistik itu berisi makanan siap dibagikan secara gratis kepada peserta aksi.

Dalam foto yang diabadikan jurnalis Tribunnews, kardus berisi air mineral dan bantuan makanan tersusun di area persimpangan jalan dari kawasan TVRI menuju Gedung DPR/MPR.

Posko logistik itu ternyata dibangun oleh Komunitas Humanity Care.

Komunitas Humanity Care sendiri menyiapkan logistik, ambulans, serta tenaga medis mendukung aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta.

"Kegiatan hari ini adalah kita menyediakan posko logistik, dan kami juga menyediakan ambulans dan tenaga medis untuk men-support teman-teman mahasiswa Trisakti dan kampus lainnya yang akan turun pada hari ini di DPR," kata pendiri Humanity Care, Hernandes Chandra, dikutip dari Tribunnews, Jumat (19/6/2026).

Komunitas Humanity Care membagikan logistik bagi massa aksi demo di kawasan Gedung DPR/MPR. Mereka juga menyediakan obat-obatan dan ambulans di kawasan aksi demo, Jumat (19/06/2026).
Komunitas Humanity Care membagikan logistik bagi massa aksi demo di kawasan Gedung DPR/MPR. Mereka juga menyediakan obat-obatan dan ambulans di kawasan aksi demo, Jumat (19/06/2026). (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Terkait pendanaan kegiatan, Chandra menyebut bantuan logistik berasal dari donasi masyarakat. 

Ia mengatakan laporan penggunaan dana akan dipublikasikan melalui akun Threads milik komunitas tersebut.

"Kami ada update terus di Threads kami. Dan juga setiap selesai aksi, kita ada laporan pertanggungjawabannya di Threads kami," ucapnya.

Selain menyediakan makanan dan minuman, Humanity Care juga berencana membeli jajanan dari pelaku UMKM di sekitar lokasi aksi untuk dibagikan secara gratis kepada peserta.

"Kami juga selain menyediakan makanan berat, kami juga ada memborong nantinya jajanan-jajanan UMKM yang ada di sekitar lokasi aksi," tutur Chandra.

Di sektor kesehatan, Humanity Care menyiapkan ambulans, obat-obatan, serta tenaga medis untuk membantu proses evakuasi apabila dibutuhkan selama aksi berlangsung.

"Untuk ambulans hari ini yang turun ada kurang lebih lima sampai tujuh unit," pungkasnya.

Demo Mahasiswa

Diketahui saat ini demo yang diinisiasi oleh Universitas Trisakti akan digelar di Gedung DPR/MPR. 

Mahasiswa mengusung tiga tuntutan utama yakni memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil.

Selain itu, mereka turut menyuarakan sejumlah tuntutan lain, di antaranya menurunkan harga bahan pokok, menurunkan harga BBM dan meningkatkan ketersediaan BBM subsidi, menghentikan pemborosan APBN, serta melakukan evaluasi total terhadap program makan bergizi gratis (MBG).

Mahasiswa juga menyatakan penolakan terhadap UU Polri, meminta pembebasan tahanan politik, menghentikan represivitas aparat dan militerisme di ranah sipil, serta menolak proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menilai implementasi program MBG saat ini terlihat lemah dan terkesan dipaksakan tanpa adanya tahapan uji coba yang matang.

DEMO DPR RI - Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR RI, Jumat (19/6/2026).
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA
DEMO DPR RI - Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR RI, Jumat (19/6/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Elga Hikari Putra)

"Berbicara MBG, menurut kami ini sesuatu hal yang kompleks gitu. Ini karena melibatkan ekonomi masyarakat. Kami menuntut program ini harus dievaluasi total dan juga diberhentikan sementara," kata Putra di lokasi, Jumat. 

Putra menjelaskan, sebuah kebijakan besar berskala nasional seharusnya memiliki pilot project atau proyek percontohan layaknya sebuah sistem bisnis.

"Kalau kita berbicara tentang bisnis, itu ada pilot project. Kalau misalnya semuanya langsung dilakukan secara merata tanpa adanya evaluasi, hal ini terjadi bobroknya MBG kelihatan gitu," ujarnya. 

Berita Lainnya

Baca juga: TRANSFER Keluar Persib Bikin Geger: Barba Resmi Pergi, Kode Keras El Anaconda Pakai Jersey Tim Rival

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Sukabumi: Truk Box Tertabrak KA Pangrango, 1 Orang Tewas

Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Ade Darmawan: Hal Wajar dan Sudah Seharusnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.