TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, menjelaskan rencana pemindahan kantor Korwil Pendidikan Mlati sebenarnya sudah diinisiasi oleh Lurah Tlogoadi sejak lama, bahkan sebelum dirinya menjabat Kepala Dinas Pendidikan.
Menurutnya, rencana pemindahan kantor Korwil Pendidikan Mlati dari lokasi tanah kas desa milik Kalurahan Tlogoadi tersebut, muncul sejak lama.
Ia menegaskan, rencana itu bahkan sudah muncul sebelum ada kebutuhan ruang untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari pemerintah pusat.
Disdik Sleman pun menyatakan anggapan bahwa pengosongan Korwil Pendidikan Mlati dilakukan secara mendadak itu tidak benar, apalagi demi pembangunan KDMP.
Awalnya, lahan kantor tersebut, yang menempati Tanah Kas Desa oleh Pemerintah Kalurahan Tlogoadi, akan dialihfungsikan untuk pembangunan ruko dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Rencana lama menjadikan lahan tersebut untuk membangun ruko ini telah dikomunikasikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Jadi rencana pemindahan itu sebenarnya sudah ada sejak dulu. Kantor Korwil akan digunakan untuk membangun ruko-ruko, waktu itu. Untuk meningkatkan Pendapatan Asli (PAD) desa. Itu sudah satu tahun yang lalu. Tapi saat itu belum berproses," kata Mustadi, Jumat (19/6/2026).
Rencana itu berubah seiring perkembangan dinamika. Apalagi ketika pemerintah kalurahan diharuskan segera menyediakan ruang bagi KDMP. Program ini membutuhkan lahan yang secara kalkulasi memenuhi persyaratan ekonomi.
Karena tuntutan waktu yang semakin mendesak, akhirnya diputuskan menggunakan gedung Korwil Mlati untuk kebutuhan program KDMP dan membatalkan rencana pembangunan ruko.
Keputusan itu bukan diambil sepihak oleh Pemerintah Kalurahan Tlogoadi tetapi hasil koordinasi dan pembahasan di Kabupaten.
Sebagai solusi jangka pendek, operasional Korwil Mlati saat ini dipindahkan dengan menumpang di kompleks SDN Tlogoadi yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sleman. Komplek gedung sekolah tersebut, dinilai memiliki cukup ruang kosong karena hasil penggabungan (regrouping) dari dua sekolah.
Awalnya, Korwil Mlati direncanakan akan menempati bekas gedung SD Nglarang yang terdampak proyek jalan tol. Namun, karena proses relokasi SD Nglarang belum selesai, Korwil Mlati sementara digeser ke ruang-ruang kosong SDN Tlogoadi yang posisinya berada tepat di belakang kantor Korwil lama.
Perpindahan ini hanya bersifat sementara. Sebab, Dinas Pendidikan Sleman, kata Mustadi, telah menjadwalkan rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (22/6/2026) besok.
Rapat khusus membahas Korwil Mlati ini akan melibatkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) maupun dinas terkait termasuk dinas perizinan.
"Kami akan bahas besok, apakah Korwil nanti tetap pindah ke gedung SDN Nglarang, sesuai rencana sebelumnya atau akan mencari lahan baru. Jika harus mencari lahan baru, saya harus berkoordinasi lagi dengan Pak Lurah terkait proses izinnya. Tetapi jika nanti tetap di gedung SDN Nglarang, tinggal mengajukan permohonan pemanfaatan aset," kata Mustadi.
Padahal gedung tersebut, selama ini tidak hanya menjadi Kantor Korwil Mlati, tetapi juga menjadi pusat aktivitas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), Darma Wanita, dan pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Wakil Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Nasional, Sudiyo menyampaikan, instruksi pengosongan yang datang mendadak ini sempat membuat para pengurus terkejut dan merasa terzalimi.
"Kronologinya secara tiba-tiba, kemarin itu disuruh mengosongkan dalam waktu satu minggu. Minggu depan harus kosong. Teman-teman agak syok juga. Harus bagaimana lagi," ujar dia.(RIF)