TRIBUNJOGJA.COM - Dwi Anita, warga Kampung Nambangan Kota Magelang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika melihat putrinya, Zoya Nazira Alifiana, didampingi Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, saat menerima rapor di sekolah.
Mata Dwi Anita berkaca-kaca. Ia mengaku tidak menyangka, Wali Kota Magelang hadir ke SDN Rejowinangun 4 untuk menjadi ayah pengganti bagi Zoya yang yatim, saat menerima rapor, Jumat (19/6/2026).
Damar datang di momen spesial dengan peran menggantikan ayah si gadis kecil yang sejak dua tahun lalu sudah meninggal dunia itu.
Momen membahagiakan itu pun tidak bisa disembunyikan sang ibu. Ia mengaku tidak menyangka putrinya akan mendapatkan perhatian secara langsung dari wali kota.
“Saya bahagia sekali. Teman-teman Zoya sebagian besar diambil ayahnya masing-masing. Tapi Zoya, ayahnya sudah tidak ada,” ujar Dwi Anita. Matanya berkaca-kaca.
Dwi menuturkan, suaminya meninggal dunia dua tahun lalu. Sejak saat itu, ia berjuang membesarkan ketiga anaknya seorang diri.
Zoya yang kini berusia tujuh tahun tumbuh menjalani masa sekolah tanpa pendampingan seorang ayah.
Kehadiran Wali Kota Damar di momen pengambilan rapor pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Zoya yang tumbuh tanpa sosok ayah di sisinya.
Betapa tidak, di tengah suasana para siswa yang didampingi orang tua masing-masing, Zoya mendapat kejutan istimewa.
Momen tersebut berlangsung di hadapan teman-teman sekelas, guru, serta para wali murid yang hadir.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Magelang itu menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan bagi keluarga Zoya.
Zoya pulang membawa senyum. Dengan rapor yang digenggam erat, ia merasakan kehadiran sosok yang mewakili figur ayah di momen penting tersebut.
Kehadiran Wali Kota Damar bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga bagian dari implementasi Surat Edaran Nomor 400.13.1/621/300 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) yang sedang digencarkan Pemerintah Kota Magelang.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak, termasuk hadir secara langsung saat pengambilan rapor sekolah.
“Kami ingin memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sekaligus mengurangi fenomena fatherless yang kian mengkhawatirkan,” kata Damar.
Menurutnya, keterlibatan ayah bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan dukungan emosional bagi tumbuh kembang anak.
“Ini tentang bagaimana seorang anak merasakan kehadiran sosok ayah, lahir maupun batin,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Damar juga menitipkan pesan kepada Zoya agar tetap semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga sopan santun, serta menyayangi keluarga dan sesama.
“Saya berharap anak-anak ini kelak menjadi generasi yang punya empati,” tutupnya.
Momen sederhana di ruang kelas pagi itu menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian orang tua memiliki arti besar dalam perjalanan tumbuh kembang seorang anak.(YRP)