Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Jadi Kunci Kelancaran Akses Jemaah Haji ke Raudhah
Alfian June 20, 2026 02:22 AM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi


TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah PPIH Arab Saudi 2026, Khalilurrahman, meminta jemaah haji Indonesia gelombang kedua untuk selalu berkoordinasi dengan ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter saat akan melaksanakan ibadah di Raudhah, Masjid Nabawi.

Menurutnya, peran ketua kloter dan pembimbing ibadah sangat penting dalam mengatur pergerakan jemaah agar proses masuk ke Raudhah berlangsung tertib dan lancar.

Khalilurrahman mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua telah dipastikan mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah.

Kepastian itu didukung dengan keberhasilan tim Raudhah Daker Madinah mengamankan sebanyak 110.980 tasreh atau surat izin masuk Raudhah bagi jemaah Indonesia.

"Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan berkat kerja keras tim Raudhah Daker Madinah, kita telah mendapatkan 110.980 tasreh Raudhah untuk jemaah haji Indonesia," ujar Khalilurrahman di Pelataran Masjid Nabawi, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: M Firdaus Ahli Mendandani Jemaah Haji Indonesia yang Over Bagasi di Bandara Madinah

Ia menjelaskan jumlah tasreh yang tersedia melebihi jumlah jemaah haji gelombang kedua yang mencapai sekitar 99 ribu orang.

Karena itu, seluruh jemaah berpeluang memperoleh hak ibadah di Raudhah selama berada di Madinah.

Meski kuota telah tersedia, Khalilurrahman mengingatkan pentingnya mengikuti arahan petugas kloter dan pembimbing ibadah agar pelaksanaan ibadah berjalan aman dan nyaman.

Ia meminta jemaah tidak berangkat sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan petugas yang mendampingi rombongan.

Menurutnya, ketua kloter dan pembimbing ibadah telah memiliki jadwal serta pengaturan teknis yang disesuaikan dengan tasreh yang diterbitkan.

"Imbauan kami kepada jemaah, tetap berkoordinasi dengan Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter. Ketika tiba di area Masjid Nabawi tidak usah terburu-buru dan tidak usah tergesa-gesa," katanya.

Ia juga meminta jemaah menjaga ketertiban saat memasuki area Raudhah dan tidak berebut antrean dengan jemaah lain.

Khalilurrahman menegaskan seluruh jemaah akan mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah apabila mengikuti arahan petugas dan jadwal yang telah ditentukan.

"Masuk ke Raudhah dengan cara tertib, aman, tidak usah berebutan. InsyaAllah semuanya dapat ke Raudhah," tegasnya.

Selain memastikan akses ibadah jemaah, koordinasi antara ketua kloter, pembimbing ibadah, dan petugas Daker Madinah juga menjadi faktor penting dalam mengatur pergerakan ribuan jemaah Indonesia setiap hari.

Melalui koordinasi tersebut, distribusi tasreh dapat dilakukan secara tepat dan jemaah memperoleh pendampingan sejak berangkat dari hotel hingga kembali dari Masjid Nabawi.

Dengan ketersediaan 110.980 tasreh yang telah diamankan PPIH Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua berpeluang besar menunaikan ibadah di Raudhah dengan tertib, aman, dan nyaman.(hasim arfah/mch 2026)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.