Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Keputusan Federico Barba untuk hengkang dari Persib Bandung jangan sampai menjadi kekhawatiran atau disesali secara berlebihan oleh Bobotoh karena hal tersebut merupakan dinamika biasa dalam dunia sepak bola.
Pandangan tersebut dipaparkan oleh sosok legendaris Persib Bandung, Asep Sumantri, sewaktu dikonfirmasi Tribun Jabar melalui sambungan telepon pada Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan penilaian Asep Sumantri, momentum perpisahan dengan Barba sekaligus menjadi sebuah ujian penting bagi manajemen Maung Bandung dalam melakukan perburuan pemain anyar guna menyongsong musim kompetisi 2026/2027.
"Jadi tantangan bagi Persib karena Barba bermain bagus, maka harus bisa nyari pemain lebih dari Barba. Mencari sosok minimal seperti Barba," ujar Asep.
Kendati demikian, ia melayangkan rasa optimisnya bahwa Persib memiliki kapabilitas penuh untuk mendaratkan amunisi baru yang kualitasnya setara dengan Barba.
"Gak jadi masalah, Persib nyari yang sekelas itu, gak usah khawatir Barba keluar Persib jadi mondoyot," kata Asep.
Asep tidak menampik bahwa sumbangsih serta keberadaan Barba di atas lapangan memiliki peran vital dalam menuntun armada Maung Bandung mencapai target tertinggi, yakni mengunci trofi kampiun Indonesia Super League 2025/2026.
"Barba rekrutmen yang paling bagus di posisinya, Barba memiliki kelebihan karena bisa bertahan bisa menyerang, dari segi kepemimpinan juga bagus," kata Asep.
Saat skuad Pangeran Biru merengkuh tahta tertinggi sekaligus memecahkan rekor impresif lewat raihan tiga gelar beruntun, pemain asing tersebut bukan sekadar bertindak sebagai figur pemimpin biasa, melainkan bertransformasi menjadi dirigen permainan yang piawai mengendalikan ritme laga.
"Kepemimpinan oke, teknik taktik individunya oke, tanggung jawabnya juga," katanya.
Namun, apa mau dikata apabila sang pemain telah membulatkan tekad untuk tidak memperpanjang masa baktinya, sehingga menurut penuturan Asep, manajemen mutlak mendatangkan pengganti yang minimal memiliki level setara.
Terlebih lagi, mengingat Persib bakal mengarungi jadwal padat di empat ajang berbeda, sosok suksesor yang diboyong wajib dibekali ketahanan fisik prima, kematangan taktik, keunggulan teknik personal, serta kapabilitas tinggi untuk menyatu dengan skema kolektif.
"Sehingga harus mencari (pemain) seperti sosok Barba secara individu bagus dan bisa menyesuaikan secara tim," tuturnya.
Asep menguraikan, jikalau manajemen mendatangkan pilar yang hanya menonjol secara kualitas personal namun gagal melebur ke dalam strategi tim, maka hal tersebut akan menjadi sia-sia lantaran sepak bola merupakan olahraga kelompok.
"Jadi harus cari pemain secara individu oke, secara tim oke, dan cepat adaptasi. Soalnya jarak ke kompetisi hanya sebentar," ucapnya.
Hatur Nuhun Federico Barba!
Jalinan kemitraan antara pihak Persib dengan Federico Barba dipastikan telah menyentuh garis akhir seiring dengan rampungnya pergelaran kasta tertinggi Super League 2025/2026.
Seusai durasi ikatan kerja samanya berakhir, kedua belah pihak mengambil keputusan bersama untuk tidak melanjutkan relasi profesional pada periode balapan musim depan.
Walau durasi masa bakti tersebut terhitung singkat karena hanya bergulir selama satu musim penuh, legasi serta dampak yang ditorehkan oleh Barba menorehkan memori yang sangat mendalam bagi perjalanan Maung Bandung.
Palang pintu pertahanan berkebangsaan Italia tersebut menjelma sebagai elemen krusial dari komposisi tim yang mengukir tinta emas sejarah lewat raihan trofi tertinggi sepak bola nasional untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sebuah capaian historis yang belum pernah dicicipi oleh klub mana pun di tanah air.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, melayangkan untaian apresiasi setinggi-tingginya serta rasa terima kasih mendalam atas komitmen, sikap profesional, dan impak positif yang dipertontonkan Barba sepanjang mengenakan jersi kebanggaan Pangeran Biru.
"Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama," ujar Adhitia.
Barba pertama kali merapat ke pangkuan Persib pada pembukaan musim 2025/2026 setelah menuntaskan masa kontraknya bersama kesebelasan asal Swiss, FC Sion. Pemain bertahan yang lahir di kota Roma pada tanggal 1 September 1993 tersebut mendarat di tanah air dengan modal rekam jejak panjang di kancah sepak bola Eropa, hingga langsung dipercaya menjadi pilar utama di sektor pertahanan Bandung.
Sepanjang kalender kompetisi berjalan, legiun bernomor punggung 93 tersebut menyuguhkan performa yang solid dan memberikan sumbangsih angka yang terhitung luar biasa bagi tim. Di panggung domestik Super League, ia tercatat membukukan 28 kali penampilan serta berhasil melesakkan lima gol, sebuah statistik yang tergolong produktif bagi seorang pemain belakang.
Sementara pada level kontinental dalam ajang AFC Champions League Two, ia mengemas tujuh laga penampilan sekaligus membantu tim bersaing di peta sepak bola Asia.
Jauh melampaui statistik di atas rumput hijau, Barba juga menularkan segudang pengalaman, mentalitas juara yang kompetitif, serta atribut kepemimpinan yang menyuntikkan pengaruh positif bagi keutuhan internal skuad selama melewati musim penuh tekanan.
Pihak manajemen Persib meyakini penuh bahwa setiap kisah memiliki lembaran penutupnya masing-masing. Walaupun ikatan kebersamaan ini resmi berakhir, segala sumbangsih serta memori indah yang dipahat oleh Barba akan senantiasa abadi menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi besar klub.
"Kami mendoakan Federico Barba senantiasa diberikan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Persib dan turut menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang. Pintu Persib akan selalu terbuka untuk para pemain yang telah memberikan hati dan dedikasinya bagi klub ini," kata Adhitia.