TRIBUNJOGJA.COM - Setelah aksi demo mahasiswa pada Jumat ini, massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY bakal kembali berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DIY pada Selasa pekan depan.
Mereka bahkan menyatakan akan membawa massa yang lebih banyak untuk berdialog dengan seluruh fraksi di DPRD DIY.
Rencana aksi demo lanjutan tersebut diungkapkan setelah massa aksi sepakat mengakhiri aksi unjuk rasa pada Jumat (19/6/2026) malam di depan DPRD DIY.
Laporan reporter Tribun Jogja, setelah aksi pada Jumat, sekitar pukul 18.15 WIB massa aksi mulai meninggalkan halaman kantor DPRD DIY.
Meski mengakhiri aksi pada Jumat ini, perlawanan aliansi BEM DIY belum berakhir. Mereka akan kembali ke DPRD DIY pada Selasa pekan depan.
Komitmen itu bahkan telah disepakati antara para mahasiswa dengan perwakilan Sekretariat DPRD DIY.
Poin kesepakatannya pihak Setwan DPRD DIY akan menginformasikan kepada pimpinan dan anggota dewan supaya hadir seluruhnya pada Selasa pekan depan.
Sebaliknya, dari pihak mahasiswa akan membawa massa yang lebih banyak untuk berdialog dengan seluruh fraksi di DPRD DIY.
"Jadi inilah bentuk wajah Dewan Perwakilan Rakyat kita bahwasanya tadi sudah disepakati kita datang dan harus masuk audiensi dan disepakati oleh DPR bahwasanya kita masuk seluruhnya, massa aksi," ujar koordinator Ali Faturohman Djaguna, kepada awak media.
Namun mereka kecewa lantaran hingga Jumat sore, massa aksi tidak bisa masuk seluruhya ke ruang rapat.
"Pas kami maju untuk terobos ke dalam, ditahan dan kita dibenturkan dan kita ditahan oleh pihak keamanan. Nah, dengan mengatakan harus ada perwakilan 50 orang. Setelah kita masuk lagi di depan pintu, ditahan bahwa kita harus ada perwakilan 10 orang," ungkapnya.
Massa aksi merasa kecewa karena yang datang menemui mereka hanyalah dua orang anggota dewan.
Faturohman juga mengaku kesal karena tanggapan pihak Setwan terkesan berbelit-belit.
"Malah berbagai macam alasan bahwa ada bermacam persyaratan-persyaratan administrasi, bahwasanya kita berkomitmen bahwasanya ini adalah kepentingan politik mereka di dalam. Kita mempertanyakan yang kita hadir di sini itu adalah kepentingan rakyat. Hakikat bersama Republik Indonesia ini sendiri," ujarnya.
BEM DIY menantikan komitmen pihak legislator bahwasanya akan menghadirkan seluruh fraksi.
Para mahasiswa dijanjikan pada Selasa pekan depan pihak legislator akan hadir seluruhnya menemui mereka.
"Dijanjikan bahwa di hari Selasa dan kita sudah sepakat bahwasanya ketika di hari Selasa, kita akan turun menggalang massa dan eskalasi massa yang akan banyak untuk menagih janji-janji komitmen bahwa menghadirkan seluruh fraksi yang ada di DPR," ungkapnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) BEM DIY Muhammad Ilham, menyampaikan ada delapan tuntutan yang disuarakan pada unjuk rasa Jumat sore.
Mereka menyoroti beberapa program strategis Presiden Prabowo berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dalam kajian kami, harapannya itu bisa dievaluasi total terkait program itu karena kami menemukan fakta di lapangan bahwa program ini tidak sesuai sasaran dan perlu dievaluasi dan dikoreksi," jelas Ilham.
Kemudian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menurut mereka beberapa titik terkait pembangunan KDMP tidak sesuai dengan lokasi strategis untuk mendukung perputaran ekonomi.
Kemudian mahasiswa juga mendesak segera disahkannya Undang-Undang Perampasan Aset, UU masyarakat adat, dan beberapa tuntutan lain.
Mereka juga menyuarakan tuntutan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis.
"Harapannya pendidikan gratis itu segera diwujudkan karena kita mengetahui kenaikan SPP di setiap kampus ini mencekik rakyat," tegas Ilham.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY, Yudi Ismono, menyampaikan pihaknya hanya sebatas melaporkan kepada pimpinan dewan mengenai permintaan mahasiswa untuk menghadirkan seluruh fraksi.
"Ya, satu sebatas lapor ke pimpinan bahwa negosiasinya Selasa akan kembali dan minta dihadirkan semua fraksi. Ya, tugas saya sampai situ," ujarnya.
Yudi menegaskan keputusannya nanti apakah direalisasikan tergantung pada pimpinan di DPRD DIY.
"Semua nanti tergantung pada pimpinan karena kan alur atau kinerja prosedur kita kan kalau politik dari pimpinan. Saya itu hanya mengamankan aset saja kan sebetulnya," tutup Yudi. (hda)