Firdaus Daeng Manye Sebut 50 Ribu Warga Takalar Masih Butuh Hunian Layak
Alfian June 20, 2026 01:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah kembali diwujudkan melalui pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Kabupaten Takalar.

Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan RLH di Dusun Panyangkalang, Desa Panyangkalang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Turut hadir Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala, Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Muh Saifudin Khoiruzzamani, Kazidam XIV/Hasanuddin Kolonel Czi Prastiwanto, Dandenzidam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Alfredo Siahaan, Dandenzibang 1 Makassar Letkol Czi Azis Siswanto, Sekda Takalar Muhammad Hasbi, Wakapolres Takalar Kompol Alauddin, para kepala OPD, unsur Forkopimcam, serta kepala desa se-Kecamatan Laikang.

Sekitar seratus peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Kecamatan Laikang tersebut.

Pembangunan rumah layak huni itu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kodam XIV/Hasanuddin.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini membutuhkan dukungan pemerintah dalam memperoleh tempat tinggal yang layak.

Baca juga: Bupati Takalar Luncurkan Assamaturu Bebas TBC, Bentuk 110 Pos hingga Tingkat Desa

Pada tahap pertama, sebanyak 40 unit rumah akan dibangun di Kabupaten Takalar.

Jumlah itu merupakan bagian dari target pembangunan 140 unit rumah layak huni yang direncanakan untuk wilayah Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa rumah tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik semata.

Menurutnya, rumah memiliki peran penting dalam membentuk masa depan sebuah keluarga.

Daeng Manye mengatakan rumah merupakan tempat pertama bagi anak-anak memperoleh pendidikan karakter dan nilai kehidupan.

"Yang namanya rumah bukan hanya fisiknya. Tapi rumah itu adalah tempat tinggal, tempat anak-anak kita mendapatkan pendidikan. Madrasah awal daripada anak-anak kita untuk berinteraksi pada kehidupan selanjutnya," ujar Daeng Manye.

Pada kesempatan tersebut, Daeng Manye juga memaparkan kondisi sosial masyarakat Takalar yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya dalam sektor perumahan.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah warga yang masuk kategori desil satu atau miskin ekstrem mencapai sekitar 25 ribu jiwa.

Sementara warga yang masuk kategori desil dua atau miskin berada di kisaran 24 ribu jiwa.

Data tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan program peningkatan kesejahteraan.

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlahnya mendekati 50 ribu jiwa dari total penduduk Kabupaten Takalar yang mencapai sekitar 332 ribu orang.

"Kami laporkan Pak Gubernur bahwa di Takalar ini desil 1 berjumlah sebanyak 25.000. Desil 2 juga kurang lebih 24.000. Jadi kalau dijumlah kurang lebih sekitar 50.000 dari jumlah penduduk kurang lebih 332.000 jiwa yang memang membutuhkan perhatian dalam bentuk perumahan," katanya.

Daeng Manye menilai pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu solusi konkret dalam membantu masyarakat keluar dari berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah memasukkan Takalar sebagai salah satu daerah penerima program tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di mana Takalar dimasukkan dalam lokasi strategis untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan pembangunan rumah layak huni merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Bangun Nawoko menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni.

"Program ini juga selaras dengan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui renovasi serta pembangunan rumah yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu," katanya.

Ia menambahkan, pembangunan 40 unit rumah yang dimulai di Kecamatan Laikang merupakan tahap awal dari target 140 unit rumah yang akan dibangun di Kabupaten Takalar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman menyebut pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pengurangan angka kemiskinan.

Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap tempat tinggal yang sehat dan aman.

Andi Sudirman berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima bantuan.

Selain meningkatkan kualitas hunian, program itu juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

"Pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Andi Sudirman.

Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dari masyarakat setempat.

Sejumlah warga yang hadir menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu memberikan harapan baru bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.

Dengan dimulainya pembangunan tahap pertama ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kodam XIV/Hasanuddin dan Pemerintah Kabupaten Takalar berharap semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang sehat, aman, dan nyaman sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan keluarga di masa depan.(*)

 





© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.