Cristiano Ronaldo mendapat kritik tajam setelah Portugal hanya bermain imbang melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga pembuka Piala Dunia 2026. Mantan penyerang tim nasional Inggris, Jay Bothroyd, menilai bahwa penyerang veteran itu kini menjadi beban bagi tim, sementara Roberto Martinez terus memberikan dukungan penuh kepada kaptennya di tengah meningkatnya sorotan publik.
Portugal frustrasi setelah hasil imbang di laga pembuka
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 dimulai dengan kekecewaan setelah mereka ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Houston. Joao Neves sempat membawa tim asuhan Roberto Martinez unggul lebih dulu, namun Yoane Wissa menyamakan kedudukan sebelum turun minum dan memastikan tim asal Afrika itu meraih satu poin.
Hasil tersebut membuat Portugal berada dalam tekanan di Grup K, dengan tantangan yang lebih berat menanti di laga-laga berikutnya. Hasil imbang itu juga kembali memunculkan perdebatan terkait peran Ronaldo di dalam tim, setelah sang kapten gagal memberikan pengaruh besar di lapangan. Penyerang Al-Nassr itu, yang tampil di Piala Dunia untuk keenam kalinya—sebuah rekor tersendiri—tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan gagal memanfaatkan dua peluang emas ketika Portugal berusaha mencari gol kemenangan.
Bothroyd menyerukan agar Ronaldo menerima peran yang lebih kecil
Mantan penyerang Inggris tersebut memberikan penilaian tegas terhadap performa Ronaldo saat berbicara di Sky Sports. Ia berpendapat bahwa Portugal akan diuntungkan jika pemain berusia 39 tahun itu bersedia duduk di bangku cadangan dan berperan sebagai pemain pengganti yang memberikan dampak di babak kedua.
“Harus jujur, menurut saya jika Ronaldo benar-benar pemain yang mengutamakan tim, dia seharusnya menyadari bahwa kini saatnya dia menjadi pemain yang masuk dari bangku cadangan untuk memberikan dampak,” ujar Bothroyd. “Apakah dia akan melakukannya? Tidak, saya rasa tidak. Dan itulah inti permasalahannya.”
Bothroyd juga mempertanyakan ambisi Ronaldo yang terus berusaha dibandingkan dengan Lionel Messi dan menilai hal tersebut justru mengganggu keseimbangan permainan kolektif Portugal.
“Saya melihat Ronaldo dan… para penggemarnya mungkin akan membenci saya hari ini, tapi tampak jelas semuanya selalu tentang dirinya, bukan? Dia selalu berusaha menyaingi Messi setiap saat,” tambahnya. “Dia tidak akan pernah menjadi Messi, tetapi sepanjang kariernya dia telah memaksimalkan potensinya dengan luar biasa… Namun saat ini, dia justru menjadi lebih banyak merepotkan Portugal daripada membantu, dan saya pikir di situlah Martinez melakukan kesalahan.”
Martinez tetap teguh mendukung kaptennya
Meski mendapat kritik dari luar, Martinez belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah pendekatannya. Pelatih Portugal itu membela keputusannya mempertahankan Ronaldo di lapangan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan menekankan pentingnya pengalaman sang penyerang dalam situasi pertandingan yang ketat.
“Tidak masuk akal untuk menarik keluar pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia di saat tim membutuhkan gol,” ujar Martinez kepada para jurnalis setelah pertandingan. “Bagi kami, di momen-momen seperti ini, pengalaman Cristiano di dalam kotak penalti sangat penting.
“Cara dia menarik perhatian para bek sangat penting, begitu juga bagaimana kami bisa memanfaatkan ruang yang tercipta. Setiap pemain memiliki tanggung jawab dan kualitas masing-masing di lapangan. Dan jelas, ketika Anda membutuhkan gol, Anda harus memiliki Cristiano di sana.”
Tekanan meningkat menjelang laga penentuan grup
Portugal kini akan menghadapi laga kedua di Grup K melawan Uzbekistan dengan kesadaran bahwa kesalahan lain bisa sangat merugikan peluang mereka untuk melaju ke babak gugur. Tekanan terhadap Martinez untuk menemukan keseimbangan serangan yang tepat kemungkinan akan meningkat jika performa tim tidak membaik. Sementara itu, Ronaldo berusaha tetap optimistis, dengan menyampaikan kepada para pendukung di media sosial bahwa turnamen ini “masih jauh dari selesai” meski hasil awal mengecewakan.
Sejauh mana Portugal akan melangkah di Piala Dunia?