Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jumlah jamaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci terus bertambah.
Hingga Jumat (19/6/2026), tercatat sebanyak 13 jamaah haji Aceh meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Empat di antaranya meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir, di tengah proses pemulangan jamaah ke Tanah Air yang sedang berlangsung secara bertahap.
Terbaru, jamaah yang wafat adalah Mustafa Ismail (69), warga Kota Banda Aceh yang tergabung dalam Kloter 4.
Ia meninggal, Jumat (19/6/2026) di Mekkah.
Mustafa sempat tertinggal dari rombongannya karena menjalani perawatan di King Abdul Aziz Hospital, Makkah.
Baca juga: 9 Jamaah Haji Aceh Masih Dirawat di Tanah Suci, Didominasi Gangguan Paru dan Jantung
Ketika rekan-rekan satu kloternya telah tiba kembali di Aceh dan berkumpul dengan keluarga masing-masing, Mustafa masih berjuang melawan sakit di rumah sakit.
Namun takdir berkata lain. Ia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut kemarin dan dimakamkan di Pemakaman Syaraya, Makkah setelah proses fardu kifayah dilaksanakan.
Duka juga menyelimuti jamaah Aceh pada Rabu (17/6/2026). Busra Bustamam Jamil, jamaah asal Aceh Selatan, meninggal dunia saat menjalani perawatan di King Fahd Hospital, Jeddah.
Pada hari yang sama, Dedeng Tri Susilo (60), jamaah asal Lhokseumawe, juga wafat di Saudi German Hospital.
Busra kemudian dimakamkan di kawasan Jeddah, sedangkan Dedeng dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.
Di tengah kabar duka tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh masih terus memantau kondisi sembilan jamaah Aceh yang hingga kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, H Arijal, mengatakan para jamaah yang dirawat mayoritas merupakan lanjut usia dengan rentang usia di atas 75 tahun.
Mereka berasal dari berbagai kelompok terbang (kloter) dan saat ini mendapat penanganan medis intensif.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Kerjakan Umrah Mandiri
"Rata-rata penyakit yang diderita jamaah yang dirawat di rumah sakit adalah gangguan pernapasan, terutama pneumonia dan sesak napas, yang pada beberapa kasus disertai penyakit jantung dan kondisi kesehatan lainnya," ujar Arijal kepada Serambi, Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, sebagian besar jamaah yang dirawat mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru serta gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung. Beberapa lainnya dirawat akibat diabetes, stroke, dan infeksi berat.
Dari sembilan jamaah yang masih menjalani perawatan, enam orang dirawat di sejumlah rumah sakit di Makkah, antara lain King Abdul Aziz Hospital dan Al Hada Hospital.
Sementara tiga jamaah lainnya dirawat di Saudi German Hospital, Madinah.
Kloter 9 menjadi kelompok dengan jumlah jamaah sakit terbanyak, yakni lima orang. Jamaah tersebut berasal dari Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.
Salah satu pasien yang paling lama menjalani perawatan adalah Cut Salmiah (81), jamaah asal Pidie yang tergabung dalam Kloter 10.
Ia telah dirawat di King Abdul Aziz Hospital sejak 2 Juni 2026 dan hingga kini masih mendapatkan penanganan medis.
Selain Cut Salmiah, Muhammad Thaib (75), jamaah asal Pidie Jaya dari Kloter 13, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama akibat gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
Menurut Arijal, seluruh jamaah yang dirawat terus dipantau oleh petugas kesehatan Arab Saudi dan tim kesehatan haji Indonesia.
Jika kondisi mereka membaik, para jamaah akan dipulangkan ke Tanah Air sesuai prosedur yang berlaku.
Ia menjelaskan, aktivitas fisik yang cukup berat selama pelaksanaan ibadah haji serta suhu udara yang ekstrem di Tanah Suci membuat jamaah lansia lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru dan jantung.
Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji Aceh masih terus berlangsung. Pemulangan dimulai sejak 15 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026.
Hingga saat ini, empat kloter dengan jumlah sekitar 1.500 jamaah telah kembali ke Aceh dan berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Pada, Sabtu (20/6/2026), jamaah Kloter 5 juga telah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada pukul 07.20 WIB.
Setiap hari satu kloter dijadwalkan tiba di Aceh.
Setelah mendarat, jamaah dibawa ke Asrama Haji untuk proses pelepasan dan pengambilan koper sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.(*)