Dua Rumah di Kraksaan Probolinggo Ludes Terbakar Saat Listrik Padam, Kerugian Capai Rp100 Juta
Sudarma Adi June 20, 2026 07:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO – Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kabupaten Probolinggo.

Dua unit rumah warga di Dusun Karanglo, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, ludes dilalap si jago merah dalam peristiwa mencekam yang terjadi pada Jumat (19/6/2026) malam.

Dua bangunan yang hangus terbakar tersebut diketahui merupakan milik warga setempat bernama Muhammad dan Sadi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, kendati kobaran api sempat membuat panik warga sekitar lantaran terjadi di tengah kondisi gelap gulita akibat pemadaman listrik.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, menjelaskan bahwa posko pemadam kebakaran menerima laporan resmi dari masyarakat terkait adanya amukan api pada pukul 19.40 WIB.

Baca juga: Jatim Terpopuler: Kirab Suro di Ponorogo hingga Pegawai Honorer Probolinggo Ajak Buruh Curi Traktor

"Begitu menerima laporan masuk pukul 19.40 WIB, personel unit terdekat langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu sekitar lima menit," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan sterilisasi dan menutup akses jalan di sekitar pemukiman untuk mempermudah ruang gerak armada. "Petugas langsung melakukan lokalisasi api, pemadaman intensif, hingga proses pendinginan guna mencegah lidah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya," imbuhnya.

Api Diduga Muncul dari Rumah Kosong Saat Pemadaman Listrik

Berdasarkan investigasi dan pengumpulan data sementara di lapangan, sumber api diduga kuat pertama kali muncul dari bagian dalam rumah milik Muhammad. Posisi rumah yang berdempetan langsung dengan rumah Sadi membuat kobaran api dengan cepat menjalar dan melahap bangunan di sebelahnya.

Saat petaka itu terjadi, rumah Muhammad dalam keadaan kosong tanpa penghuni karena ditinggal beraktivitas oleh pemiliknya ke luar daerah.

"Berdasarkan keterangan dari para saksi dan warga sekitar, istri dari pemilik rumah saat itu sedang bekerja shift malam di pasar lokal, sementara suaminya (Muhammad) sedang berada di Surabaya untuk urusan pekerjaan," jelas Taufik mendetail.

Mengenai pemicu kebakaran, Taufik menyebut situasi di lingkungan setempat memang dilaporkan sedang mengalami pemadaman arus listrik. Namun, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah api dipicu oleh korsleting atau sumber alternatif lain seperti lilin. "Saat kejadian kondisi listrik memang padam. Untuk penyebab pastinya, saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian," tegasnya.

Empat Armada Damkar Gabungan Diterjunkan ke Lokasi

Guna mempercepat proses penjinakan api agar tidak meluas, Damkar Kabupaten Probolinggo langsung menerjunkan tim gabungan dari tiga pos sektor sekaligus, yakni Pos Kraksaan, Pos Condong, dan Pos Paiton.

Kekuatan penuh yang dikerahkan ke lokasi terdiri dari tiga unit fire truck (mobil pemadam) dan dibantu oleh satu unit fire supply (truk tangki penyuplai air).

"Total ada empat armada tangguh yang kami operasikan di lapangan untuk mempercepat penetrasi air dan memastikan bahwa titik api benar-benar padam hingga ke permukaan bawah," ungkap Taufik.

Berkat bahu-membahu antara petugas damkar, personel TNI, Polri, serta kesigapan warga sekitar, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan secara total pada pukul 20.37 WIB.

Meski dipastikan bersih dari korban jiwa maupun luka, dampak materiil yang ditinggalkan cukup memukul korban. Kedua bangunan rumah mengalami kerusakan struktural yang cukup parah, dengan total nilai kerugian materiil ditaksir mencapai kisaran Rp100 juta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.