Pemkot sudah Ajukan Jadwal Uji Kelayakan Terowongan Samarinda, Pembukaan Ditarget September 2026
Amalia Husnul A June 20, 2026 07:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mega proyek Terowongan Samarinda terus dikebut penyelesaian perizinannya dengan target utama dapat resmi dibuka untuk umum pada September mendatang.

Langkah percepatan Terowongan Samarinda ini dilakukan agar infrastruktur pemecah kemacetan tersebut dapat segera dioperasikan sesuai lini masa yang telah direncanakan.

Saat ini, fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tertuju pada pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang masih berproses di kementerian terkait.

Dokumen SLF tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum Terowongan Samarinda dapat dibuka untuk akses publik.

Baca juga: Turun ke Lapangan, Tim Walikota Bantah Isu Longsoran Baru di Terowongan Samarinda

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan pihaknya telah menjadwalkan agenda uji kelaikan dalam waktu dekat.

“Kita sudah ajukan tanggal 24 nanti untuk pengujian kelayakan.

Jadi SLF-nya terus kita lengkapi, kemudian kemungkinan pada September sudah bisa dibuka untuk umum,” ujar Marnabas, Jumat (19/6/2026).

Pertama di Kalimantan

Ia menjelaskan, proses pembukaan terowongan sangat bergantung pada Kementerian Perhubungan.

Mengingat proyek tersebut merupakan terowongan pertama di Pulau Kalimantan, aspek kelayakan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses pengujian.

Dari sisi administratif, Marnabas memastikan seluruh kelengkapan dokumen yang menjadi kewenangan Pemkot Samarinda telah selesai.

Saat ini, pemerintah daerah hanya mengikuti regulasi serta lini masa penilaian dari pemerintah pusat yang memiliki waktu maksimal 69 hari kerja.

“Kita mengikuti saja, lebih cepat lebih baik, karena ada timeline 69 hari,” tambahnya.

Sementara itu, secara fisik, Marnabas menyebutkan bahwa konstruksi utama terowongan telah selesai sepenuhnya.

Saat ini, pekerjaan yang tersisa hanya penyempurnaan sistem pencahayaan di dalam terowongan.

Perhatikan Aspek Keselamatan

Pemkot Samarinda juga memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan, termasuk penyediaan genset cadangan untuk mengantisipasi gangguan listrik utama.

Selain itu, sistem sirkulasi udara di dalam terowongan serta pengaturan arus lalu lintas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) juga terus dimatangkan.

“Jadi memang kami meminta agar seluruh persiapan dibuat sedetail mungkin, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Marnabas.

Di sisi lain, sempat beredar informasi mengenai pemasangan spanduk atau banner bertuliskan lahan dijual di area atas terowongan.

Menanggapi hal tersebut, Marnabas menegaskan status lahan di kawasan proyek sudah sepenuhnya bersih dan terbebas.

“Di atas lahan itu sudah dibebaskan semua,” katanya. 

Fakta Proyek Terowongan Samarinda

Dilansir TribunKaltim.co dari laman resmi Pemkot Samarinda, proyek pembangunan Terowongan Samarinda ini menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin - Jalan Kakap Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Samarinda Ilir.

Pembangunan Terowongan Samarinda ini adalah untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang selama terjadi di sekitar Jalan Oto Iskandar Dinata dan Gunung Manggah, termasuk exit tol arah Balikpapan-Samarinda atau Samarinda ke Balikpapan.

Panjang trase proyek terowongan sekitar 700 meter.

Sementara panjang struktur atau total panjang tunnelnya sekitar 400 meter.

Terowongan Samarinda ini dikerjakan menggunakan anggaran APBD Kota Samarinda dan Bantuan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dengan nilai Rp 395.972.799.000 dan estimasi waktu pelaksanaan 22 bulan (660 hari).

Groundbreaking Terowongan Samarinda dilaksanakan 20 Januari 2023 lalu.

Baca juga: Terowongan Samarinda Masuk Tahap Krusial, Pemkot Kejar Izin Laik Fungsi 2026

(TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.