MBG di Sulbar Masih Bergantung Bahan Baku dari Luar Daerah, Sudah Habiskan APBN Rp 220 Miliar
Abd Rahman June 20, 2026 08:46 AM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Penyaluran anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui APBN di Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan progres sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun, realisasi belanja program tersebut telah mencapai Rp220 miliar dan menyasar ratusan ribu penerima manfaat.

Data itu dipaparkan dalam Rapat Pimpinan Forkopimda bersama Pemerintah Provinsi Sulbar yang membahas evaluasi proyek strategis nasional di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (18/6/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulbar, Syakran Rudy, mengatakan program MBG saat ini telah menjangkau 375.922 masyarakat di enam kabupaten di Sulawesi Barat.

Baca juga: Takir Plontang Tradisi Warga Jawa di Wonomulyo Polman Peringati 1 Muharram Ngumpul dan Doa Bersama

Baca juga: Sering Gasak Kotak Amal Masjid, Pemuda di Mamuju Diringkus dengan Motor Curian

Menurutnya, perluasan cakupan layanan dilakukan melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Secara total, Sulbar ditargetkan memiliki 189 SPPG. Namun hingga kini, baru 169 satuan yang telah aktif beroperasi dengan dukungan sekitar 900 pelaku usaha atau pemasok bahan pangan.

Sebaran SPPG tersebut terdiri dari Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 55 unit, Mamuju 31 unit, Majene 26 unit, Pasangkayu 23 unit, Mamasa 16 unit, dan Mamuju Tengah 15 unit.

Meski realisasi program berjalan cukup signifikan, DJPb Sulbar mencatat masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera ditangani.

Salah satu persoalan yang muncul adalah tingginya persaingan antarsatuan pelayanan dalam memperoleh bahan baku akibat lokasi operasional yang berdekatan.

Di sisi lain, kapasitas produksi pangan lokal di Sulbar dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan program secara menyeluruh sehingga sebagian komoditas masih harus dipasok dari luar daerah.

Tak hanya itu, dari total SPPG yang telah terbentuk, sebanyak 20 unit saat ini diketahui sedang dalam status penangguhan operasional atau suspend dan masih menunggu tindak lanjut untuk kembali berjalan optimal.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.