Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Sejauh 2000 Meter ke Kali Boyong
Hari Susmayanti June 20, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, ​SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam enam jam terakhir. Berdasarkan laporan pengamatan, teramati sebanyak tujuh kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Dalam periode yang sama, tercatat 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan durasi 55,12 hingga 177,02 detik. 

Selain itu, terdeteksi 27 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-28 mm dan durasi 7,56 hingga 32,89 detik.

​Secara visual, kondisi Gunung Merapi terpantau jelas dengan cuaca cerah dan angin tenang yang bertiup ke arah utara. Asap dari kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis, membumbung hingga ketinggian 100 meter dari puncak.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, Hujan Ringan Guyur Sleman Utara

​Potensi Bahaya dan Rekomendasi

​Pihak berwenang menegaskan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah rawan bencana. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi berikut:

  • ​Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya. Potensi ancaman saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong sejauh 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km). Pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • ​Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
  • Masyarakat diminta tetap waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat turun hujan di sekitar kawasan Gunung Merapi.
  • Masyarakat disarankan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan maupun aktivitas akibat paparan abu vulkanik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.