Renungan Harian Kristen 1 Raja-raja 14: 21-30, Awal Kompromi yang Merusak
Alpen Martinus June 20, 2026 09:48 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tak selalu kompromi itu hal yang buruk, namun ada juga yang tidak baik.

Satu di antaranya adalah kompromi dengan kejahatan atau dosa.

Mari belajar soal kompromi dalam Alkitab yang sesuai Firman Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Galatia 1: 15-17, Keputusan Awal yang Vital

Berikut renungan harian Kristen berjudul awal kompromi yang merusak.

Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan diambil dalam 1 Raja-raja 14: 21-30.

Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda.

Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana.

Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. (1 Raja-raja 14: 21)

Salomo menjadi raja menggantikan Daud di usia yang masih muda.

Salomo adalah raja besar yang penuh hikmat serta pelaksana pembangunan Bait Allah permanen yang diimpikan dan direncanakan Daud.

Dia memerintah selama 40 tahun lalu digantikan Rehabeam putranya.

Rehabeam menggantikan Salomo menjadi raja di usia 41 tahun, jadi dia lahir setahun sebelum Salomo memerintah.

Nama ibu Rehabeam adalah Naama perempuan Amon.

Jadi sebelum naik tahta Salomo sudah menikahi perempuan asing.

Bagaimana mungkin Daud mengijinkan?

Mungkin karena Daud sudah tua dan lemah secara fisik, kurang kontrol.

Daud sempat dikudeta Adonia anaknya, meski berhasil digagalkan nabi Natan dan Batsyeba.

Bisa diduga Naama perempuan asing itu adalah wanita pertama awal dari ketidakkonsistenan Salomo menyembah Tuhan.

Akhirnya setelah dia naik tahta dan berkuasa tercatat memiliki 700 isteri dan 300 gundik.

Selama membangun bait Allah dan istana, istri yang diutamakan adalah putri Firaun dari Mesir.

Di masa tuanya hati Salomo berubah tidak setia (I Raja-raja 11:4 dst) sebab ia mengijinkan semua istrinya membangun kuil dan berhala.

Ketika meninggal penggantinya adalah Rehabeam dari istri yang asing di hadapan Tuhan.

Dan dari ketentuan Tuhan pada Salomo di I Taw. 28:9 jelas disebutkan jika Salomo hidup setia pada TUHAN seperti Daud maka hidupnya diberkati, namun jika tidak setia Tuhan akan membuangnya.

Namun saat Salomo menyembah berhala bersama istri-istrinya, Tuhan murka kepadanya.

Tuhan masih menunda keterpecahan kerajaan itu karena Daud hamba-Nya (2 Taw. 7:19-22).

Kita tidak lebih baik atau lebih bijaksana dari Salomo, sebab Salomo juga pribadi istimewa dihadapan Tuhan kerena Daud ayahnya.

Namun kita belajar bahwa awal yang salah akan membawa dampak yang panjang dalam sejarah dan dinamika kerajaan Allah.

Mari kita belajar dan berkomitmen untuk menjaga diri dan integritas kita sedini mungkin dalam bidang apapun.

Mungkin dunia membuka peluang yang melawan aturan Tuhan. Namun yakinlah bahwa Roh Kudus tetap setia menolong dan menjaga hidup kita.

Inspirasi: Berhati-hatilah dengan sikap kompromistis. Mari mohon pimpinan-Nya dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.