PLN UIP Sulawesi Percepat Infrastruktur Jawab Kebutuhan Listrik
Regina Goldie June 20, 2026 10:29 AM

TRIBUNPALU.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan guna menjawab proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat hingga tahun 2034. 

Komitmen tersebut sejalan dengan visi baru PLN, "Menggerakkan Kedaulatan Energi: Mewujudkan Pertumbuhan, Keberlanjutan, dan Keamanan Energi", yang menjadi arah Transformation 3.0 PLN periode 2026–2030.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering PLN UIP Sulawesi 2026 bertema "Menggerakkan Kedaulatan Energi" dengan subtema "Bersama Media Mengawal Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan untuk Pertumbuhan, Keberlanjutan, dan Keandalan Energi di Sulawesi Selatan", yang menjadi forum penyampaian arah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan proyeksi kebutuhan listrik Sulawesi Selatan kepada insan media.

Dalam kesempatan tersebut, PLN UIP Sulawesi memaparkan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Penjualan energi listrik diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,8 persen per tahun, meningkat dari 9.954 GWh pada 2025 menjadi sekitar 18.011 GWh pada 2034.

Baca juga: Bulan Bakti Bung Karno, Sekretaris PDIP Banggai Harap Pancasila Diimplememtasikan dalam Kebijakan

Sementara itu, beban puncak sistem diperkirakan meningkat menjadi 2.895 MW pada tahun 2034 dengan rata-rata pertumbuhan 6,2 persen per tahun.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah pelanggan listrik di Sulawesi Selatan juga diproyeksikan meningkat dari sekitar 2,9 juta pelanggan pada 2025 menjadi 4,1 juta pelanggan pada 2034, atau tumbuh rata-rata 3,7 persen per tahun.

udaud90ada.jpgaga
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan guna menjawab proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat hingga tahun 2034.  (Handover)

 
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, investasi, perkembangan kawasan industri, serta pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa visi baru PLN menjadi landasan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang dilakukan di Sulawesi Selatan.

"Visi PLN 'Menggerakkan Kedaulatan Energi' kami wujudkan melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu menghadirkan sistem listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat keberlanjutan, dan menjamin keamanan energi. Di PLN UIP Sulawesi, komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembangunan pembangkit, jaringan transmisi dan gardu induk yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan," ujar Aditya.

Aditya menambahkan bahwa proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di Sulawesi Selatan mencerminkan optimisme terhadap perkembangan ekonomi daerah yang harus diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur.

Baca juga: Bulan Bakti Bung Karno, DPC PDIP Banggai Tabur Bunga di TMP, Donor Darah, dan Doa Bersama

"Pertumbuhan kebutuhan listrik merupakan indikator positif berkembangnya investasi, industri, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang kami lakukan hari ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan kedaulatan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan secara berkelanjutan," tambahnya.

Untuk menjawab proyeksi tersebut, PLN terus memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan. Pada sisi pembangkitan, RUPTL 2025–2034 mencatat rencana pengembangan pembangkit non-Energi Baru Terbarukan (non-EBT) sebesar 920 MW serta pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 264,5 MW, termasuk pengembangan PLTA Bakaru 2 dan PLTA Pokko sebagai bagian dari peningkatan bauran energi bersih.

Di sektor transmisi, PLN juga mengembangkan dua koridor backbone utama. Koridor Backbone Selatan memiliki total panjang jalur sekitar 876 kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan lima Gardu Induk Ekstra Tinggi (GITET), sedangkan Koridor Backbone Selatan–Tengah–Tenggara sepanjang sekitar 968 kilometer sirkuit (kms) akan memperkuat interkoneksi sistem kelistrikan dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara.

Selain itu, sejumlah proyek transmisi strategis di Sulawesi Selatan terus dipercepat penyelesaiannya, di antaranya SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng, SUTT 150 kV Polman–Mamasa, dan SUTT 150 kV Soppeng–Bengo, yang akan semakin meningkatkan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik sekaligus mendukung pemerataan pasokan energi di berbagai wilayah.

Baca juga: Kemen PU Pastikan Jembatan Palu Satu dan Empat Aman Pascagempa M6,7

Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, M. E. Subrata, menjelaskan bahwa seluruh rencana pembangunan infrastruktur tersebut disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan listrik jangka panjang agar kesiapan sistem berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Perencanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mengacu pada proyeksi kebutuhan listrik sebagaimana tertuang dalam RUPTL 2025–2034. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk dapat dilakukan secara tepat waktu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keandalan sistem, serta membuka ruang bagi masuknya investasi baru di Sulawesi Selatan," jelas Subrata.

Subrata menambahkan bahwa penguatan infrastruktur transmisi juga menjadi langkah penting dalam mendukung integrasi pembangkit energi baru terbarukan ke dalam sistem kelistrikan Sulawesi.

"Selain memenuhi peningkatan kebutuhan listrik, pembangunan infrastruktur juga kami siapkan untuk mendukung integrasi energi baru terbarukan sehingga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh, efisien, dan berkelanjutan sesuai arah transformasi PLN," imbuhnya.

Melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang terencana dan berkelanjutan, PLN UIP Sulawesi terus mengambil peran sebagai penggerak transformasi sektor energi di Indonesia Timur.

Sejalan dengan visi "Menggerakkan Kedaulatan Energi", setiap proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, maupun infrastruktur pendukung yang dibangun di Sulawesi Selatan diharapkan mampu memperkuat keandalan sistem kelistrikan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mempercepat pemanfaatan energi bersih, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.