POPULER KALTIM: Warga Diminta Waspada Gempa dan Tsunami hingga Evakuasi Balita Terkunci di Mobil
Amalia Husnul A June 20, 2026 11:09 AM

Mulai dari aktivitas seismik yang mulai terasa di Kaltim hingga warga diminta waspada gempa dan tsunami.

Selain itu ada juga terungkapnya kasus sabu seberat 1 kg dari Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang ditangkap di Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim.

Baca juga: Getaran Gempa M 6.7 Palu sampai ke Kaltim, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami di Pantai Timur Kalimantan

Daftar Berita Populer di Kaltim

1. BPBD Balikpapan Minta Warga Waspada Gempa dan Tsunami, Aktivitas Seismik Mulai Terasa di Kaltim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi dan dampak turunannya.

Termasuk ancaman tsunami, menyusul mulai terdeteksinya aktivitas gempa di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Kalimantan Timur seperti Berau dan Kutai Timur telah merasakan getaran gempa.

"Yang saat ini perlu diwaspadai adalah tren gempa. Beberapa wilayah di Kalimantan Timur sudah mulai merasakan getaran gempa, sehingga kita perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Usman, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, BPBD Balikpapan mulai mempelajari berbagai regulasi dan prosedur penanganan bencana gempa bumi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa yang berdampak di wilayah Kalimantan Timur.

Selain kesiapsiagaan pemerintah, masyarakat juga diminta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sejak dini, termasuk memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan agar lebih tahan terhadap guncangan.

Usman menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, gempa yang terjadi di sekitar wilayah Kalimantan umumnya berkekuatan antara magnitudo 2 hingga 3.

Meski demikian, potensi gempa dengan kekuatan lebih besar tetap perlu diantisipasi.

"Kalau magnitudonya mencapai 7, tentu dampaknya akan sangat terasa. Karena itu masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi ancaman tidak hanya berasal dari aktivitas gempa di Kalimantan, tetapi juga dari jalur patahan aktif di kawasan Sulawesi, termasuk wilayah Palu, yang dapat memberikan dampak hingga ke daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gelombang tsunami yang dapat mengancam kawasan pesisir.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pantai Balikpapan diminta memahami tanda-tanda awal tsunami serta mengetahui jalur evakuasi yang harus ditempuh saat kondisi darurat.

"Warga yang berada di wilayah pantai harus tahu langkah penyelamatan diri dan keluarga, termasuk ke mana harus melakukan evakuasi apabila terjadi kondisi yang mengarah pada tsunami," tegasnya.

BPBD Balikpapan, kata Usman, terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.

Namun, upaya tersebut dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

"Kami ingin masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bersama," katanya.

  • BPBD Balikpapan Minta Warga Waspada Gempa dan Tsunami, Aktivitas Seismik Mulai Terasa di Kaltim >>>

2. Terungkap! Pemesan Sabu 1 Kg dari Tarakan Ditangkap di Samarinda, Sudah Berulang Kali Beraksi

Pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat sekitar 1 kilogram di Bandara Juwata Tarakan terus berkembang. 

Setelah mengamankan terduga kurir berinisial DG pada Senin (8/6/2026), Satresnarkoba Polres Tarakan kembali menangkap seorang pria berinisial PS yang diduga berperan sebagai pemesan barang haram tersebut di Kalimantan Timur.

Mengutip dari Tribunkaltara.com, PS yang merupakan warga Kalimantan Timur diamankan setelah polisi melakukan serangkaian pengembangan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari DG.

Sebelumnya, sabu seberat 1.041,4 gram yang dibawa DG diketahui akan dikirim ke Samarinda dan diserahkan kepada PS yang telah menunggu di wilayah tersebut.

Koordinasi dengan Polda Kaltara dan Kepolisian Setempat

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S Manik melalui Kasat Resnarkoba Polres Tarakan IPTU Hendra Tri Susilo menjelaskan bahwa proses pengungkapan dilakukan melalui kerja sama lintas wilayah.

Penyidik Satresnarkoba Polres Tarakan bersama tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara melakukan pengembangan kasus dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian di Kalimantan Timur.

Dari hasil pengembangan tersebut, PS akhirnya berhasil diamankan beserta barang bukti berupa satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan DG terkait pengiriman narkotika.

Positif Metamfetamin

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan barang bukti yang diamankan positif mengandung metamfetamin.

Menurut IPTU Hendra Tri Susilo, seluruh barang bukti wajib diuji karena jumlahnya tergolong besar.

"BB ini jumlahnya besar maka wajib untuk dibawa keseluruhan diuji. Untuk BB ini memang kualitasnya dari sisi aroma cukup pekat seperti bau cuka," ungkapnya.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa jaringan yang terlibat bukan merupakan pelaku perorangan, melainkan bagian dari rantai distribusi narkotika yang lebih luas.

Diduga Sudah Beberapa Kali Lolos

Dari hasil pemeriksaan sementara, DG mengaku bukan pertama kali melakukan pengiriman narkotika ke Samarinda.

Ia menyebut pernah membawa barang serupa dalam jumlah lebih kecil melalui jalur berbeda dan berhasil lolos dari pengawasan.

Menurut keterangan tersangka, keberhasilan pengiriman sebelumnya membuat mereka kembali mencoba mengirimkan narkotika dalam jumlah yang lebih besar melalui jalur udara.

"Jadi sudah beberapa kali lolos dari barang yang kecil, menengah, nah ini mungkin merasa aman sehingga dicoba kembali lewat udara," ujar Kasat Resnarkoba.

DG juga mengaku memperoleh barang tersebut dari wilayah Sebatik. Namun hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi pemasok utama dari wilayah perbatasan tersebut.

Akan Dijadikan Stok di Samarinda

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sabu yang dikirim ke Samarinda belum memiliki pembeli tetap.

Barang tersebut diduga akan dijadikan stok dan dipasarkan ketika ada pemesanan dari calon pembeli.

Polisi juga mengungkap bahwa PS diduga memerintahkan DG untuk mencari pasokan sabu dari Sebatik sebelum diedarkan di wilayah Kalimantan Timur.

Sabu tersebut ditemukan dalam kemasan produk cair dan makanan ringan yang kemudian disimpan dalam sebuah goodie bag untuk mengelabui petugas.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya yang berlaku.

Saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik upaya penyelundupan sabu seberat lebih dari satu kilogram tersebut.

  • Terungkap! Pemesan Sabu 1 Kg dari Tarakan Ditangkap di Samarinda, Sudah Berulang Kali Beraksi >>>

3. Aksi Cepat Disdamkarmatan Kukar Evakuasi Balita Terkunci di Mobil dalam 6 Menit

Kepanikan menyelimuti sebuah keluarga di Jalan Ratu Agung, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat (19/6/2026). 

Seorang balita terjebak di dalam mobil yang terkunci otomatis, sementara kunci kendaraan masih berada di dalam.

Beruntung, respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara berhasil mengakhiri situasi menegangkan tersebut. 

Hanya dalam waktu sekira enam menit, pintu mobil berhasil dibuka dan sang balita dievakuasi dengan selamat.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan kejadian bermula ketika orang tua korban meninggalkan dua anaknya di dalam mobil yang mesinnya masih menyala agar pendingin udara tetap berfungsi.

Kakak korban yang berusia sekitar enam hingga tujuh tahun awalnya diminta menemani adiknya di dalam kendaraan. 

Namun tanpa disadari, sang kakak keluar dari mobil dan menutup pintu, yang kemudian terkunci secara otomatis.

“Mesin kendaraan masih hidup dan kunci berada di dalam mobil. Setelah kakaknya keluar dan menutup pintu, kendaraan langsung terkunci sementara adiknya masih berada di dalam,” jelas Fida.

Menyadari balita masih berada di dalam mobil yang terkunci, keluarga langsung panik.

Mereka sempat meminta bantuan petugas keamanan rumah sakit yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Namun berbagai upaya membuka pintu kendaraan tidak membuahkan hasil.

Karena khawatir terjadi sesuatu pada anak tersebut, keluarga akhirnya menghubungi Disdamkarmatan Kukar. 

Laporan diterima sekitar pukul 10.21 WITA dan tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen dan menyiapkan peralatan khusus. 

Tim menggunakan airbag pembuka celah pintu kendaraan serta besi pengait untuk membuka pintu tanpa merusak bagian mobil.

“Anggota langsung melakukan penanganan dan dalam waktu sekitar enam menit pintu mobil berhasil dibuka,” ujar Fida yang akrab disapa Afe.

Proses penyelamatan berlangsung lancar. Balita yang sempat terjebak di dalam kendaraan berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera.

Fida mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat meninggalkan anak di dalam kendaraan, meskipun hanya untuk beberapa saat. 

Ia juga mengimbau agar kunci kendaraan selalu dibawa saat keluar dari mobil untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Peristiwa seperti ini bisa terjadi kapan saja. Karena itu pastikan kunci kendaraan dibawa dan jangan meninggalkan anak sendirian di dalam mobil,” pungkasnya.

  • Aksi Cepat Disdamkarmatan Kukar Evakuasi Balita Terkunci di Mobil dalam 6 Menit >>>

Baca juga: Viral Video Lampu Gantung Bergoyang di Big Mall Samarinda, Karyawan sebut Tak Rasakan Getaran Gempa

(TribunKaltim.co/Siti Zubaidah/Patrick Vallery Sianturi-TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.