Ribuan Hektare Sawah Terancam Mati, Plt Bupati Bekasi Siap Ratakan Ratusan Bangunan Liar!
Budi Sam Law Malau June 20, 2026 11:17 AM

WARTAKOTA LIVE.COM, BEKASI — Ancaman bencana kelaparan dan gagal panen massal membayangi nasib ribuan petani di Kabupaten Bekasi.

Demi menyelamatkan hajat hidup para pahlawan pangan, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah radikal.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan kesiapannya untuk meratakan ratusan bangunan liar (bangli) yang menjamur di sepanjang bantaran irigasi persawahan di wilayah Kecamatan Sukatani.

Baca juga: Semburan Gas Horor Gegerkan Babelan Bekasi: Pipa Pertamina Bocor di Sawah, Warga Panik

Langkah tegas ini terpaksa diambil lantaran keberadaan bangli tersebut menjadi biang keladi mampetnya aliran air yang sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian, terlebih saat musim kemarau mulai mencekik.

1.500 Hektare Lahan Pertanian Diujung Tanduk

Bukan tanpa alasan pemerintah bersikap agresif.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ada sekitar 1.500 hektare lahan pertanian subur yang tersebar di tiga kecamatan—Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi—kini terancam mandul dan tidak dapat berproduksi secara optimal.

Sedimentasi lumpur yang mengeras di Saluran Sekunder (SS) Balong Tua, diperparah oleh kepungan 217 bangunan liar di atasnya, telah memicu penyempitan badan sungai dan pendangkalan parah.

Akibatnya, pasokan air irigasi lumpuh total sebelum sampai ke petak-petak sawah warga.

“Air tidak sampai ke sawah. Kalau air mampet, petani tidak bisa panen. Bahkan ini bukan sekadar ancaman gagal panen, tetapi ada lahan yang berpotensi mati dan tidak bisa ditanami sama sekali,” cetus Asep Surya Atmaja dengan nada getir usai meninjau lokasi, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Persawahan Pebayuran Kebanjiran, Pemkab Bekasi Normalisasi Saluran Irigasi Sepanjang 25 Km

Pemkab Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sejatinya telah menyiapkan proyek percepatan normalisasi saluran irigasi sepanjang 4,5 kilometer.

Namun, ekskavator dan alat berat terhadang tembok-tembok bangunan liar yang menutup akses jalan menuju titik pengerukan.

Penertiban pun menjadi harga mati yang tak bisa ditawar lagi.

Pendekatan Kemanusiaan: Bongkar Mandiri Demi Kepentingan Bersama

Meski bertindak tegas, Pemkab Bekasi berjanji tidak akan menggusur secara membabi buta.

Asep memastikan bahwa aparat penegak perda akan mengedepankan komunikasi persuasif dan sentuhan kemanusiaan.

Plt Bupati bahkan turun langsung secara door to door mengetuk pintu hati warga agar mereka bersedia membongkar bangunannya secara mandiri.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, menjabarkan bahwa dari hasil pemetaan sementara, terdapat 59 bangli yang berdiri di wilayah Sukatani, sementara ratusan unit lainnya di area padat masih terus diverifikasi.

"Alhamdulillah sebagian besar warga mulai paham bahwa normalisasi ini demi menyelamatkan nasib ribuan petani yang menggantungkan hidupnya dari aliran irigasi ini," pungkas Asep

Rapat teknis final antara Pemkab Bekasi dan BBWS akan segera digelar untuk mengesekusi normalisasi demi mengembalikan hak air bagi para petani.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.