BANJARMASINPOST.CO.ID - Statusnya ayah kandung, Sarwendah tak beri Ruben Onsu akses jemput anak di sekolah.
Kisruh antara Presenter Ruben Onsu dan Sarwendah kian memanas dipicu soal pembagian hak bertemu anak usai perceraian.
Ruben mengeluhkan tak kunjung dapat bertemu dua anak perempuannya yang kini dalam pengasuhan Sarwendah.
Ia bahkan mengakui sudah tak bertemu anak perempuannya sejak awal 2026.
Keluhan Ruben yang kesulitan bertemu nampaknya bukan sekadar isapan jempol.
Sebelum masalahnya jadi konsumsi publik seperti sekarang, Ruben mengaku sudah mencoba banyak hal demi bisa bertemu dengan anak-anaknya.
Selain menghubungi langsung Sarwendah, Ruben juga sempat mencoba untuk menjemput anak-anak di sekolah demi bisa bertemu.
Namun upaya Ruben terbentur dengan keputusan Sarwendah terkait akses penjemputan di sekolah.
Meski sebagai ayah kandung, nama Ruben Onsu tidak dimasukkan dalam daftar resmi orang yang boleh menjemput anak di sekolah.
"Itu sudah pernah (berupaya jemput anak ke sekolah) ya. Jadi saya menghubungi pihak sekolah, gitu," ujar Ruben Onsu di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (19/6/2026).
"Tapi memang karena satu nama yang ada di sana gitu. Dan yang satu lagi kan pasti nama pendamping ya itu kan para susternya kan, yang yang sudah sering menjemput, dan itu saya sudah tahu," tutur Ruben Onsu.
Alhasil, niat Ruben untuk menemui anaknya di sekolah harus kandas, karena prosedur ketat sekolah mengharuskan adanya lampu hijau atau persetujuan tertulis dari Sarwendah terlebih dahulu.
Perseteruan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah dikabarkan segera menemui titik terang. Kedua belah pihak dikabarkan berencana bertemu untuk membahas perdamaian.
Bagi Ruben, langkah ini diambil bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai wadah mencurahkan isi hati agar dirinya bisa kembali mendapatkan haknya untuk bertemu dengan anak-anak.
Presenter berusia 42 tahun itu menegaskan, fokus utamanya saat ini murni hanya ingin menghabiskan waktu bersama sang buah hati.
"Ya, tentunya semua pasti maunya damai, gitu. Tapi yang saya mau, saya maunya jalan sama anak-anak saya saja, itu saja. Itu yang tidak didapat-dapat nih," ujar Ruben Onsu di kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Bantah Punya Niat Buruk pada Fuji, Sarah Tumiwa Akhirnya Hapus Postingan Berisi Foto Rakin Khan
Menurut Ruben, kisruh ini sebenarnya tidak perlu melebar jika putusan pengadilan dipatuhi dengan baik.
Berdasarkan kesepakatan resmi, hak asuh memang jatuh ke tangan Sarwendah, namun Ruben memiliki hak untuk menghabiskan waktu tiga hari dalam sepekan bersama anak-anaknya.
"Sebenarnya kayaknya tidak perlu damai, tinggal ditaati saja yang sudah ada, gitu. Keputusan pengadilan itu kan memang ada empat hari bersama beliau, ada tiga hari bersama saya. Cuma kan sepertinya belok-belok, jadinya ke mana-mana," tambahnya dengan nada kecewa.
Polemik pembatasan akses anak yang jadi sumber kisruh Ruben Onsu dan Sarwendah turut memicu perhatian dari praktisi hukum, Sadrakh Seskoadi.
Ia mengingatkan bahwa tindakan menghalangi komunikasi atau pertemuan antara ayah kandung dan anak memiliki konsekuensi hukum yang serius.
Merujuk pada UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 14, anak memiliki hak mutlak untuk tetap berhubungan pribadi dengan kedua orang tuanya.
Sadrakh menilai, jika Sarwendah terbukti membatasi akses tersebut, Ruben memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengajukan gugatan baru guna mengambil alih hak asuh anak.
"Apabila memang Sarwendah terbukti melakukan perbuatan menghalang-halangi dan membatasi pertemuan Ruben dengan anak-anaknya, maka akibat hukumnya dapat diajukan yang namanya gugatan. Gugatan ini adalah sifatnya untuk mengambil alih dari putusan sebelumnya," jelas Sadrakh.
Presenter Ruben Onsu akhirnya buka suara terkait ramainya potongan video yang memperlihatkan aktivitas dua buah hatinya yang masih di bawah umur dengan Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah.
Hal ini buntut dari tindakan Ruben yang sempat mengunggah kembali momen live putri sulungnya, Thalia, bersama sang mantan istri, Sarwendah, serta Giorgio Antonio.
Dalam cuplikan tersebut, sang putri kedapatan memanggil Giorgio Antonio dengan sebutan ‘my dad'.
Sebagai ayah kandung, Ruben menyayangkan sikap Sarwendah dan Giorgio Antonio.
Menurutnya, mereka sebagai orang dewasa seharusnya bisa lebih bijak dan langsung meluruskan perkataan sang anak jika dirasa kurang pantas, bukan justru membiarkannya kebablasan.
Ruben menilai konten-konten yang memperlihatkan anaknya di bawah pola asuh Sarwendah saat ini sudah tidak ramah anak.
Rasa kecewa tersebut diungkapkan Ruben demi melindungi tumbuh kembang kedua putrinya.
Ia meyakini orangtua mana pun pasti akan merasakan keresahan yang sama jika berada di posisinya.
"Sebenarnya yang saya rasakan ya mungkin kalau kalian pernah menjadi orangtua atau mungkin kalian punya keponakan dan yang lainnya, pasti akan melakukan hal yang sama, merawat anak," kata Ruben Onsu di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (19/6/2026).
"Banyak juga dari video-video yang saya terima, tayangan-tayangan yang menurut saya kayaknya itu nggak cocok untuk anak-anak," lanjutnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)