TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kekayaan budaya Bali ternyata tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menghadirkan rasa kedekatan bagi masyarakat dari belahan dunia lain.
Hal itu diungkapkan Rajesh Bahadur Shrestha, warga keturunan asli Newari dari Lembah Kathmandu, Nepal, yang saat ini menetap di San Francisco, California, Amerika Serikat.
Dalam wawancara pada Jumat 19 Juni 2026, Rajesh mengaku selalu merasakan suasana seperti pulang ke rumah setiap kali mengunjungi Bali.
Menurutnya, budaya Bali memiliki banyak kemiripan dengan budaya Newari yang berkembang di Nepal, baik dalam aspek seni, bahasa, tradisi, religi maupun spiritualitas.
Baca juga: Sendratari Ciptoning Mintaraga UNY Memukau PKB, Merajut Falsafah Hidup dalam Balutan Tari Nusantara
"Saya berasal dari komunitas Newari, penduduk asli Lembah Kathmandu. Setiap datang ke Bali, saya merasa seperti berada di rumah sendiri karena banyak tradisi dan ritual yang memiliki kemiripan dengan budaya yang kami jalankan di Nepal," ujarnya.
Rajesh mengatakan, kunjungannya kali ini merupakan yang kelima ke Bali.
Selain mengikuti rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, ia juga berkesempatan menyaksikan secara langsung pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.
Menurutnya, PKB menjadi wadah yang sangat penting dalam upaya pelestarian budaya.
Melalui ajang tersebut, berbagai ekspresi seni dan tradisi Bali dapat ditampilkan secara terintegrasi dalam satu ruang yang tertata dengan baik.
"Saya sangat mengapresiasi upaya para seniman, pemerintah dan masyarakat Bali dalam menjaga serta melestarikan budayanya. Melalui PKB, saya dapat melihat keberagaman budaya Bali dalam satu tempat. Ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan," katanya.
Lebih lanjut, Rajesh menilai hubungan historis dan budaya antara Bali dan Nepal, khususnya budaya Newari, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui pertukaran seni dan budaya.
Ia berharap pada masa mendatang dapat ikut berkontribusi menjembatani hubungan budaya antara Nepal dan Bali, sehingga masyarakat di kedua daerah dapat semakin memahami akar kesamaan yang dimiliki.
"Saya berharap suatu saat budaya Newari dari Nepal dapat ditampilkan di Bali. Dengan begitu masyarakat Bali bisa melihat secara langsung banyaknya kemiripan antara budaya Nepal dan Bali. Saya percaya pertukaran budaya seperti ini akan mempererat persaudaraan dan memberikan energi positif bagi kita semua," ungkapnya.
Bagi Rajesh, Bali bukan sekadar destinasi wisata budaya, melainkan ruang perjumpaan yang memperlihatkan bagaimana nilai-nilai tradisi kuno masih hidup dan diwariskan secara kuat dari generasi ke generasi.
Kehadiran PKB pun dinilainya menjadi contoh nyata komitmen masyarakat Bali dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.