Eks Kolonel Desak Mundur dari Lebanon: Tentara Israel Ibarat 'Bebek Duduk'
Darwin Sijabat June 20, 2026 01:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Riak-riak perpecahan di internal militer Israel terkait agresi darat di Lebanon Selatan kini pecah ke permukaan. 

Kritik tajam tidak lagi datang dari dunia internasional, melainkan disuarakan langsung oleh perwira tinggi militer Israel sendiri yang memandang operasi tersebut telah berubah menjadi blunder fatal.

Kolonel Cadangan militer Israel, Ronen Cohen, secara terbuka mendesak komando tinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menarik mundur seluruh pasukan pendudukan dari Lebanon Selatan. 

Cohen berargumen bertahannya tentara Israel di wilayah tersebut sama sekali tidak memberikan keuntungan strategis yang jelas, melainkan hanya menimbun korban jiwa di pihak Tel Aviv.

Dengan analogi yang menampar moral bertempur pasukannya, Cohen menggambarkan tentara Israel yang saat ini ditempatkan di garis depan Lebanon tak ubahnya seperti 'bebek duduk' (sitting ducks)—sebuah istilah militer untuk merujuk pada sasaran empuk yang sangat mudah disergap dan dihancurkan oleh musuh. 

Menurutnya, banyak tentara tewas secara sia-sia karena penempatan taktis militer saat ini tidak lagi didukung oleh tujuan operasional yang efektif.

Cohen tanpa ragu menyebut dalih resmi yang kerap digemborkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yakni menduduki Lebanon demi melindungi permukiman warga Yahudi di wilayah utara, sebagai sebuah kebohongan dan ilusi yang menyesatkan publik Israel.

“Kita berada di sana tanpa alasan,” ketus Cohen tajam sebagaimana dikutip dari saluran Al Mayadeen, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Israel Membangkang Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon, Padahal AS-Iran Sepakat Damai

Baca juga: Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Tewas Berbuih di Tanjung Pauh Jambi

Menurut analisis militernya, target parameter keamanan yang diinginkan Tel Aviv sebenarnya sangat mungkin dicapai melalui formula strategi pertahanan lain, tanpa harus mempertahankan posisi pasukan di wilayah berisiko tinggi yang dikepung musuh.

Hizbullah Masih Digdaya dan Tragedi Berdarah Kfar Tebnit

Lebih lanjut, Cohen memperingatkan kabinet perang Israel untuk tidak meremehkan kemampuan militer dari faksi Perlawanan Islam di Lebanon, khususnya Hizbullah. 

Ia mengakui secara jujur bahwa struktur tempur, pasokan rudal, hingga armada drone kamikaze milik kelompok tersebut masih sangat kuat dan utuh. 

Persenjataan Hezbollah terbukti tetap mampu menjangkau berbagai wilayah operasional IDF dan terus memberikan tekanan psikologis serta fisik yang luar biasa hebat terhadap pasukan Israel.

Pernyataan mosi tidak percaya dari eks kolonel ini muncul di tengah eskalasi insiden keamanan yang semakin berdarah di Lebanon Selatan. 

Dalam salah satu bentrokan jarak dekat terbaru yang pecah di sekitar Desa Kfar Tebnit, media domestik Israel sendiri akhirnya melaporkan bahwa empat tentara IDF tewas seketika, termasuk seorang perwira berpangkat komandan. 

Tragedi itu terjadi setelah pasukan perlawanan berhasil menghadang pergerakan konvoi militer Israel dan menghancurkan sejumlah kendaraan tempur lapis baja mereka.

Melihat fakta lapangan tersebut, Cohen membandingkan situasi mencekam saat ini dengan pengalaman kelam pendudukan panjang militer Israel di bumi Lebanon pada masa lalu. 

Ia menilai biaya manusia (nyawa prajurit) dan kerugian material militer yang harus ditanggung Israel hari ini jauh lebih besar dan tidak sebanding dengan manfaat nihil yang diperoleh.

“Kita harus mundur sebelum kenyataan memaksa kita untuk mundur,” tegas Cohen memberi peringatan keras.

Komentar blak-blakan dari Ronen Cohen ini merefleksikan meluasnya kecemasan dan keputusasaan di internal Israel mengenai tingginya ongkos operasi militer di Lebanon. 

Terlebih, di tengah kenyataan bahwa serangan balasan yang mematikan dari kelompok perlawanan tetap saja mengalir deras, meskipun nota kesepahaman kesepakatan damai regional telah diumumkan secara global.

Baca juga: Anggota DPRD Batang Hari Ilhamsyah Divonis 1 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilarikan ke RS Polri Pasca Ditangkap, Kini Jalani Rawat Inap

Baca juga: Jemaah Kloter BTH 21 Asal Tanjab Timur H M Ayub Wafat di Madinah

Baca juga: Dari Perantau hingga Duta OJK, Perjalanan Wahya Iffa Lubis Membuka Literasi Keuangan di Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.